
LEBONG, sahabatrakyat.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong mencatat terjadi peningkatan jumlah penderita TBC sebanyak 100 persen.
Perbandingan itu dilihat dari jumlah pasien penderita TBC pada tahun 2017 dengan penderita di tahun 2018.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penularan, Sugiarto melalui Subbidang Pengelolaan TBC, Andi Saputra mengatakan, pasien penderita TBC di Kabupaten Lebong terbilang cukup banyak terutama di wilayah Kecamatan Lebong Utara.
Jika dilihat dari jumlah, sampainya, pada tahun 2017 tercatat 123 orang yang terinfeksi bakteri TBC dan telah menjalani pengobatan.
Di tahun 2018, tuturnya, jumlah penemuan penderita meningkat dengan jumlah 224 orang. Untuk Per-Maret 2019 sendiri berjumlah 43 orang.
Peningkatan temuan jumlah pasien itu juga, kata dia, merupakan upaya mengatasi penyebaran TBC di masyarakat yang dilaksanakan berkat bekerjasama dengan Yayasan Aisyiyah dalam investigasi kontak.

“Dari kerjasama ini masyarakat yang mengalami gejala TBC langsung diberi penanganan,” tuturnya.
Koordinator SSR TB. Care Aisyiyah Lebong, Ujang Sutrisno mengungkapkan, penularan kuman TBC bisa terjadi melalui udara. Kuman tidak mati di tempat yang lembab.
Jika tertular, sambungnya, gejala yang terjadi seperti batuk berdarah, kurang selera makan, letih, sesak nafas beserta nyeri badan, berat badan menurun, demam lebih satu bulan dan berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik.
“Kalau batuk, kuman bisa lewat udara. Kalau di lobang tambang emas tradisional kuman yang keluar tidak bisa mati karena kelembaban,” sampainya.
Pengobatan, kata dia, dilakukan selama enam bulan dengan mengkonsumsi obat berupa pil. Jika tidak disiplin konsumsi obat kuman TBC bisa kembali bangkit menjadi TBC jenis TB RO/MDR dengan pengobatan lebih dari 2 tahun. Penularan semakin beresiko cepat.
“Kini terdata 2 orang yang terkena TB RO/MDR, satu orangnya sudah meninggal,” ucapnya.
SSR TB. Care Aisyiyah Lebong melakukan pencegahan penularan dan kebangkitan kuman penyebab TBC dengan metode investigasi kotak oleh kader SSR TB. Care.
“Kader kita mensurvei seluruh masyarakat Lebong, jika ada gejala kita rujuk dan kita investigasi lagi orang-orang terdekatnya,” tandas Ujang.
Laporan: Aka Budiman







