
SELUMA, sahabatrakyat.com- Gabungan kelompok tani dari tiga kecamatan di Kabupaten Seluma, yakni Seluma Selatan, Seluma Timur dan Seluma Barat, Selasa (25/02/2020), berjibaku mengatasi saluran irigasi Seluma yang jebol. Mereka harus mengatasi kerusakan itu karena waktu turun tanam sudah dekat.
Kerusakan irigasi yang diperbaiki dengan peralatan seadanya itu berlangsung di Desa Tanjungan, Seluma Selatan. Menurut warga, jebolnya saluran irigasi bukan karena faktor bencana alam. Warga menduga jebolnya irigasi itu akibat debit air yang sudah melebihi kapasitas. Sementara pintu pembagi air ke areal persawahan tertutup.
“Debit air terlalu melampaui kapasitas, sedangkan pintu pembagi air yang menuju ke persawahan Gaung dan Rawa Sari posisi tertutup, sehingga air dari saluran meluap,” terang dua petani, Agus dan Helman.
Mereka menambahkan, akibat luapan air tersebut bahu saluran irigasi mengalami longsor dan mengakibatkan jebol. Sedangkan tanah badan saluran irigasi berasal dari tanah timbunan.
“Sampai hari ini (25/02/2020) belum ada tanggap darurat dari dinas terkait,” imbuh Ujang, warga Desa Sengkuang yang juga anggota kelompok tani setempat.
Ia menegaskan, jika mereka tidak mengambil inisiatif memperbaiki kerusakan maka bisa berdampak dengan terganggunya jadwal turun tanam.
“Kalau kami tidak mengambil kebijakan dengan cara gotong royong maka kami akan terhambat untuk tanam padi sawah. Sedangkan saat ini umur benih padi sebentar lagi siap untuk tanam,” pungkas Ujang.
Pewarta: Sukardianto








