
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Program pemerintah untuk mengatasi keluhan masyarakat terkait mahalnya harga minyak goreng (Migor) dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) Migor kepada masyarakat tidak mampu sudah mulai digulirkan termasuk di Kabupaten Rejang Lebong (RL) sejak dua hari terakhir.
Guna memastikan berlangsungnya penyaluran BLT Migor kepada masyarakat tidak mampu atau disebut keluarga penerima manfaat (KPM), Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi, Selasa (12/04/2022) didampingi Dinas Sosial, Polres Rejang Lebong dan sejumlah camat melakukan peninjaun langsung ke Kantor Pos Curup selaku penyalur BLT Migor.
Dalam kesempatan tersebut selain sempat berbincang dengan beberapa penerima manfaat, Bupati juga sempat memberikan BLT Migor secara simbolis kepada KPM.
Syamsul Effendi usai meninjau pelaksanaan penyaluran kepada wartawan menyampaikan harapan dan permintaannya kepada seluruh penerima manfaat BLT Migor agar bantaun berupa uang tunai dari Kementrian Sosial yang penyalurannya dilakukan melalui Kantor Pos Curup dapat benar-benar dimanfaatkan atau dibelanjakan sesuai peruntukkanya, bukan dibelanjakan yang peruntukannya terutama baju lebaran.
“Alhamdulillah kegelisahan mengenai minyak goreng yang harganya naik sekarang ini direspon pemerintah dan bentuk nyata respon tersebut sudah dirasakan langsung oleh masyarakat dengan menerima BLT Minyak Goreng. Saya berharap uang itu bisa dibelanjakan sesuai peruntukannya, yakni belilah minyak goreng jangan baju baru, belanjakanlah sesuai kebutuhan dan peruntukan,”harap Syamsul.
Selain memantau penyaluran BLT Migor, Syamsul Effendi ditempat yang sama juga memantau penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selama satu bulan kepada KPM dari wilayah Kecamatan Curup Tengah.
Terkait BPNT ini bupati meminta hal yang sama agar benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhannya untuk membeli kebutuhan pangan.”Silahkan belanjakan kewarung atau ketoko mana saja, tidak ada pembatasan tapi tetap harapan kami harus dibelanjakan untuk kebutuhan pangan, beras, telur, atau lauk agar bermanfaat, jangan dibelikan ban serep mobil itu keliru,”sampainya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pos Curup Andi Permana menyebutkan jumlah KPM penerima BLT Migor Dan BPNT di Kabupaten Rejang Lebong sekarang ini ada sebanyak 18.545 KPM. Dimana penerima manfaat BLT Migor sendiri dijelaskan Andi adalah penerima BPNT itu sendiri.
“Penerima BLT Migor ini adalah penerima BPNT, untuk jumlah KPMnya ada sebanyak 18.545 KPM se Rejang Lebong,”terang Andi.
Adapun uang yang diterima masing-masing KPM dilanjutkan Andi untuk BLT Migor sebesar Rp 300.000/KPM, sedangkan untuk BPNT sebesar Rp 200.000/KPM sehingga total yang diterima masing-masing KPM ada sebanyak Rp 500.000,-.
Jumlah Rp. 300.000/KPM untuk BLT Migor disampaikan pula oleh Andi untuk 3 bulan terhitung bulan April, Mei, Juni, dimana perbulannya Rp.100.000, sedangkan untuk BPNT hanya untuk satu bulan yakni bulan Mei sebesar Rp.200.000.
“Untuk pengambilan itu kita tidak pusatkan disatu tempat ini saja, namun juga di beberapa Kantor Pos pembantu seperti di Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu, kemudian Kantor Pos Belitar di Sindang Kelingi dan Kantor Pos Selupu Rejang, hal itu untuk mempermudah pelayanan,”sampai Andi.
Mengenai waktu pelaksanaan penyaluran, diungkapkan Andi telah dimulai sejak Senin (11/04/2022) dan akan berakhir hingga Kamis (21/04/2022) mendatang. Dimana masyarakat atau KPM yang menerima tinggal datang ke Kantor Pos sesuai undangan pengambilan dengan membawa copy KTP dan KK.
Sementara untuk KPM yang dalam kondisi sakit atau disabilitas berat atau sedang tidak memungkinkan untuk datang ke Kantor Pos, disampaikan Andi pihaknya akan mendatangi dan menyerahkan secara langsung BLT Migor dan BPNT tersebut ke rumah KPM yang berhalangan.
“Kalau ada KPM yang tidak bisa datang, silahkan koordinasi ke pendamping dalam hal ini TKSK masing-masing kecamatan. Nanti kami yang akan datang untuk menyerahkan ke rumah KPM langsung. Intinya tidak akan ada warga yang tidak dapat jika namanya ada dalam daftar penerima,” akhir Andi. (brn)







