
REJANG LEBONG, sahabat rakyat.com– Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Rejang Lebong (RL) Sabtu (17/09/2022) menggelar kegiatan bertajuk Ngobrol Pindidikan Islam (Ngopi) Bareng di aula Kuala Tripan Curup.
Kegiatan Ngopi tersebut dilakukan pihak Kemenag dengan tujuan untuk menggali dan menyerap informasi regulasi tentang pendidikan Islam di madrasah-madrasah yang ada di RL, termasuk pula menyerap isu-isu terkini mengenai penerapan kurikulum merdeka DiMadrasah.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Panitia Burhanudin.”Kegiatan Ngopi yang digelar Kemenag ini untuk menyerap dan menggali berbagai informasi regulasi tentang pendidikan Islam terkait dengan penerapan kurikulum merdeka ditingkatan madrasah yang ada di RL, makanya kita mengundang banyak pihak, antaranya Akademisi, Guru Madrasah, OKP, serta Jurnalis, narasumbernya juga yang kompeten antaranya Anggota Komisi 8 DPR RI H.Mohammad Saleh,
Kombes Pol Dr. imam Subandi Kasatgaswil Bengkulu Densus 88, Ngadri Yusro MAg. Selaku Pengurus Cabang NU RL, Dr. H. Lukman Asha selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah RL,” sampai Burhanudin.
Kepala Kemenag RL Dr.H. Nopian Gustari S.Pd.I M.Pd.I pola pendidikan saat ini tidak sama dengan dahulu, jika dipaksakan maka akan muncul permasalahan dalam proses dan kemajuan pendidikan di Indonesia khususnya di Rejang Lebong (RL).
Menghadapi kemajuan pendidikan saat ini dengan kurikulum merdeka, maka semua harus siap. Terutama tenaga pendidiknya, tenaga pendidik dimadrasah harus terlatih menerapkan kurikulum merdeka.
“Inilah tujuan dari diadakannya kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) yang mengundang banyak pihak, agar bisa mendapatkan masukan-masukan, mendapatkan banyak saran untuk kemajuan pendidikan Islam dimadrasah-madrasah yang ada di RL ini,,”terang Nopian.

H.Mohammad Saleh, anggota DPR RI Komisi 8 yang hadir dikegiatan Ngopi tersebut mengatakan pendidikan Islam harus diperkuat. Saat ini menurut Mohammad Saleh anggaran Pendidikan Islam itu terbesar di Kemenag hingga mencapai 80 persen. Besarnya anggaran tersebut adalah salah satu bentuk dukungan DPR terhadap pendidikan Islam di Indonesia.
“Mari terus tingkatkan dan perkuat pendidikan Islam dimadrasah-madrasah yang ada termasuk di daerah RL, kami diparlemen akan terus mendukung memajukan pendidikan di Indonesia ini, termasuk salah satunya pendidikan Islam dimadrasah-madrasah,”ujarnya.
Lembaga pendidikan, menurut Mohammad Saleh, bisa menjadi pintu masuk bagi penganut faham-faham yang dilarang jika pola pendidikan yang salah terus diterapkan dan dibiarkan berkembang.
Mengantisipasi hal tersebut menurut Mohammad Saleh salah satunya dengan memperkuat lembaga pendidikan dan memahami kurikulum pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah.(brn).








