
BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Kedu Baru, Kecamatan Kerkap, dengan Desa Kota Lekat, Kecamatan Hulu Palik, Selasa (03/01/2017) sore akibat ditimpa pohon tumbang direspon cepat Pemkab Bengkulu Utara. Bahkan Bupati Mian dan jajaran langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan tersebut.
Usai melihat kondisi jembatan yang tak mungkin dilalui lagi, Bupati Mian dan jajaran menggelar rapat di aula Bappeda untuk membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan supaya akses keluar dan menuju desa-desa yang terdampak bisa diatasi segera.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkulu Utara Made Astawa kepada sahabatrakyat.com mengatakan, rapat antara lain menyimpulkan untuk sementara Pemkab akan memperbaiki jembatan yang putus tersebut sembari menunggu pembangunan jembatan permanen yang lebih baik.
“Karena bentangannya sangat luas kita bicara soal darurat dulu, kesimpulan akhir rapat itu akan diupayakan masih tetap jembatan gantung tetapi tidak selebar kemarin, hanya bisa untuk motor dan orang lewat saja. Itu sangat darurat dan untuk permanennya nanti dari PU Propinsi direncanakan akan dibuat permanen oleh PU Propinsi dengan catatan kita mengirimkan surat resmi ke PU Propinsi,” tutur Made.
Menurut dia, realisasi pembangunan jembatan permanen paling lambat menunggu APBDP, tetapi akan diusahakan di APBD murni.
“Untuk keluhan masyarakat sementara ini karena mau akses ke Desa Lubuk Durian mereka harus muter, mudah-mudahan mereka memaklumi begitu harus muter bertambah jaraklah sekitar 10 sampai 15 km kalau mau ke Lubuk Durian. Andaikan tidak mau muter lewat bawah bisa tetapi nyebrangnya jalan kaki, selama tidak dalam keadaan hujan bisa dilewati tetapi harus hati-hati,” demikian Made.
Penulis: MS Firman
Editor: Jees








