Supomo, Sekcam TAP saat dibincangi di ruang kerjanya/MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Sekitar 450 hektar lahan pertanian di Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP) kini mengalami kekeringan. Penyebabnya bukan lantaran kemarau namun akibat adanya perbaikan bendungan di Desa Sengkuan. Selama ini, bendungan Sungai Palik itulah yang digunakan petani untuk keperluan irigasi lahan pertanian.
Nirwan Tomeri, camat Tanjung Agung Palik melalui Sekretaris Camat Tanjung Agung Palik Supomo kepada sahabatrakyat.com, Rabu (30/08/2017), mengatakan, proyek perbaikan bendungan itu sudah berlangsung sebulan terakhir.
“Sawah yang kekeringan ini barengan dengan pelaksanaan pengerjaan bendungan, ini sudah berjalan 1 bulan ini,” ujar Supomo.
Sebelum dilaksanakan pengerjaan perbaikan bendungan semua kelompok tani sudah musyawarah pada akhir Juli lalu. Akibat kekeringan ini petani kehilangan satu musim tanam.
Diketahui lebih dari 450 ha sawah yang dialiri air tersebut mencakup wilayah Desa Alun Dua dan Desa Tanjung Agung Palik.
“Ada beberapa hektar sawah yang sudah beralih menanam jagung, ubi. Itu bukan dialih fungsikan, tetapi itu dari program pertanian ada program (padi, jagung dan kedelai (pajale) itu termasuk umbi-umbian tanaman pangan, jadi tidak ada yang dialih fungsikan sebetulnya itu masih tetap di program pertanian,” jelas Supomo.
Karena itu, Supomo menegaskan, informasi kekeringan yang berkembang sebetulnya tidak kekeringan tetapi karena berhubungan dengan pelaksananaan pembangunan bendungan.
Bendungan tersebut pernah diperbaiki pada tahun 2014 akibat terjangan banjir. Tahun 2015 bendungan rusak lagi dan saat ini diperbaiki kembali dengan anggaran mencapai Rp 4,9 miliar.


Penulis: MS FIRMAN
Editor: JEAN FREIRE