REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Upaya Team SAR (gabungan Basarnas, PMI Rejang Lebong dan FPTI Rejang Lebong), mengevakuasi mayat di kawah mati Bukit Kaba, Curup, Rejang Lebong, akhirnya membuahkan hasil.
Usai diangkat dari kawah, mayat laki-laki yang diidentifikasi bernama Wanardi (27 tahun) itu juga sudah dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Desa Suban Ayam, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
 
Pengurus FPTI Rejang Lebong, Cibonk, kepada sahabatrakyat.com mengatakan, korban sudah tidak pulang ke rumah sejak Rabu (13/12/2017) pagi. Sebelum mayatnya ditemukan, sepeda motor korban ditemukan warga sekitar kaki bukit pada Minggu (17/12/2017) pagi.

“Namun warga tidak menaruh curiga karena motor itu dikira motor pengunjung biasa yang mendaki ke Bukit Kaba. Motor itu hanya dipindahkan ke tempat aman,” kata dia.
Korban diduga mendaki pada Sabtu (16/12/2017) malam. Mengenakan pakaian biasa atau bukan layaknya pendaki dan dikira hanya bertandang ke dusun terdekat, ia luput dari pantauan petugas jaga.
Petugas jaga bernama Harta baru mengetahui ada mayat setelah diberi tahu oleh pengunjung lainnya yang melihat korban di kawah mati pada Minggu (17/12/2017).
Sekitar pukul 15.00 WIB, Harta dan seorang warga lainnya lalu pergi ke puncak Kaba untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
Minggu sore itu upaya evakuasi tak bisa segera dilakukan karena lokasi dimana korban berada sulit dijangkau tanpa bantuan alat rescue.
Upaya evakuasi baru dimulai Senin (18/12/2017). Tim gabungan Basarnas, PMI, FPTI dan Pokdarwis bergerak ke lokasi mulai pukul 06.00 WIB guna melakukan assesment awal dan dropping perlengkpan sekaligus pendataan.
Dua jam kemudian atau sekitar pukul 08.00 WIB, tim mulai melakukan pemasangan titik anchor dan melakukan ujicoba kadar asam di sekitar lokasi evakuasi untuk memastikan kelayakan evakuasi dengan atau tanpa oksigen.

Setelah ujicoba sejauh 30 meter, kondisi asam belerang di sekitar TKP dianggap memungkinkan untuk evakuasi tanpa bantuan oksigen.
Proses dilakukan hingga kedalaman 100 meter dari bibir kawah di posisi korban berada. Pagi itu cuaca cukup terang sehingga posisi tim SAR dan korban terlihat.
“Sekitar pukul 10.45 WIB, jenazah berhasil diangkat setelah sebelumnya divalidasi negatif (sudah meninggal dunia). Keluarga korban yang sudah di lokasi sejak pukul 04.45 WIB memastikan korban adalah anggota keluarga mereka lalu segera dibawa turun,” kata Cibonk yang juga aktivis Kelompok Pencinta Alam Curup Konservasi Hiking Camping Club.


Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire
Foto: Istimewa