Mensos: Transformasikan Semangat Peringatan Hari Pahlawan Menjadi Energi Membangun Bangsa

Jakarta – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengingatkan seluruh elemen bangsa, bahwa inti dari peringatan Hari Pahlawan bukan semata pada kemeriahan acara atau prosesi.
“Substansi setiap peringatan Hari Pahlawan adalah menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Transformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan. Transformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini antara lain kemiskinan,” kata Mensos, di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).
Pagi tadi, Mensos mendampingi Presiden Joko Widodo dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat.
Presiden memasuki area upacara sekitar pukul 08.04 WIB, didampingi Ibu Negara Iriana, Menko Politik Hukum dan Keamanan Wiranto serta istri, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Tampak pula Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.
Presiden memimpin rangkaian peringatan Hari Pahlawan mulai prosesi hening cipta, meletakkan karangan bunga, dan tabur bunga di atas pusara pahlawan nasional. Prosesi ini juga dihadiri sejumlah veteran dan keluarga pejuang.
Sementara di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Wakil Presiden M Jusuf Kalla memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan. Dari Kementerian Sosial, hadir mendampingi Wapres di antaranya Sekretris Jenderal Kementerian Sosial RI Hartono Laras, dan Ketua Panitia Hari Pahlawan Agustanzil Sjahroezah.
Prosesi serupa juga berlangsung di kantor Kementerian Sosial RI Jalan Salemba 28, Jakarta Pusat. Upacara dipimpin Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat diikuti segenap pegawai di lingkungan Kementerian Sosial RI.
Menurut Mensos, seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia.
Mengutip tema Hari Pahlawan Tahun 2019 “Semangat Pahlawan di Dadaku”, Mensos memaknainya bahwa sesuai fitrah dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan. Ini maknanya, siapapun dapat menjadi pahlawan.
“Setiap warga negara lndonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hari yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara,” kata Mensos.
Gagasan Transformatif
Mensos juga mengingatkan, setiap peringatan Hari Pahlawan, tidak lepas dari momen heroik pertempuran Surabaya, 10 Nopember 1945. Pertempuran 73 tahun silam itu membentuk ingatan kolektif bangsa akan keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang telah gugur mendahului kita.
“Ini menjadi momentum introspeksi diri, sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” katanya.
Menurut Mensos, hakekatnya setiap perjuangan pasti ada hasilnya namun tidak ada kata akhir/berhenti untuk berjuang. Setiap etape perjuangan berlanjut pada etape perjuangan berikutnya sesuai tuntutan lingkungan strategis.
Oleh karenanya peringatan Hari Pahlawan harus melahirkan gagasan transformatif. “Yakni mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan. Mentransformasikan keberanian melawan penjajah menjadi inspirasi mengusir musuh bersama bangsa saat ini antara lain kemiskinan,” kata Mensos.
Selanjutnya transformasi kecerdikan para pahlawan dalam mengatur strategi, menjadikan inspirasi rakyat lndonesia untuk melakukan inovasi cerdas memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia.
Indonesia Butuh Pahlawan Baru
Mensos juga menekankan, setiap zaman pasti ada pahlawannya dan setiap pahlawan pasti berkiprah di eranya. “Terkait hal tersebut, bangsa Indonesia memerlukan pahlawan baru. Indonesia saat ini membutuhkan sosok yang berdedikasi dan berprestasi pada bidangnya untuk memajukan negeri ini,” kata Mensos.
lndonesia juga butuh sosok pemuda sebagai generasi penerus yang berjiwa patriotik, pantang menyerah, berdisiplin, berkarakter menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidangnya. Indonesia butuh pemuda yang sadar bahwa negerinya memilki beragam agama, suku, adat istiadat namun mampu memanfaatkan keberagaman sebagai modal sosial untuk keunggulan Indonesia dalam pergaulan dunia.
“Bukan justru untuk memanfaatkan perbedaan demi kepentingan pribadi maupun golongan yang menjadi penghambat bagi kemajuan bangsa,” kata Mensos.
Negeri ini membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial. “Dengan itu ia mampu terlibat dalam usaha-usaha kesejahteraan sosial, memberikan pelayanan sosial bagi mereka yang membutuhkan pertolongan sosial,” katanya.
Negeri ini juga membutuhkan pemuda yang mempunyai pandangan global, mampu berkolaborasi untuk kemajuan bangsa dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menjadikan Indonesia diperhitungkan dalam bersaing dan bersanding dengan negara lain khususnya ketika negeri ini memasuki era revolusi industri 4.0.
“Pada akhirnya melalui momentum peringatan Hari Pahlawan 2018, saya mengajak semua elemen bangsa berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Mari berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mulai dari yang dapat kita lakukan, mulai dari lingkungan terdekat yang pada akhirnya memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara,” kata Mensos.
Tak lupa Mensos berpesan, terutama kepada generasi muda, agar terus mengobarkan semangat pahlawan di dada, torehkan prestasi yang membawa harum nama bangsa dan negara.
“Jaga selalu persatuan dan kesatuan dalam jalinan toleransi dan kesetiakawanan sosial. Semoga semangat pahlawan senantiasa mewarnai setiap langkah kita,” kata Mensos. (Ant)