1.200 Kendaraan Dinas di Rejang Lebong Menunggak Pajak

Petugas menggelar razia pajak kendaraan bermotor di wilayah Rejang Lebong/Foto: brn-sahabatrakyat.com

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Kesadaran membayar pajak kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Rejang Lebong ternyata masih rendah hingga menyebabkan adanya tunggakan pajak yang tidak sedikit jumlahnya.

Parahnya lagi bukan hanya masyarakat umum atau kendaraan plat hitam yang menunggak. Bahkan terbanyak kendaraan baik R2 maupun R4 yang menunggak pajak adalah plat merah atau kendaraan dinas yang ada di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

Berdasar data UPTD PPD Samsat Rejang Lebong, saat ini jumlah kendaraan baik R2 maupun R4 plat merah sebanyak 1200 unit kendaraan yang menunggak pajak. Sedangkan untuk plat hitam ada sebanyak 58 unit kendaraan.

Kepala UPTD PPD Samsat Rejang Lebong Heppy Yunizar kepada wartawan, Rabu (27/10/2021) membenarkan jika tunggakan pajak kendaraan di wilayah tersebut masih tinggi hingga mengharuskan mereka mulai melakukan tindakan tegas.

“Untuk Rejang Lebong tunggakan pajak kendaraan itu masih tinggi, kita akui kondisi ini, dari data kita untuk plat hitam baik R2 maupun R4 sejak tahun 1992 hingga 2020 yang menunggak pajak ada 58 kendaraan, untuk plat merah untuk cukup banyak yakni ada 1200 kendaraan, sama itu mulai tahun 1992 hingga 2020,” terang Heppy.

Sementara jumlah nilai tunggakan kendaraan untuk plat hitam dilanjutkan Heppy sejak tahun 1992-2020 sebesar Rp 60.947.001.500,- sedangkan untuk plat merah meski jumlah kendaraannya banyak, namun nilai tunggakannya lebih kecil dibandingkan plat hitam yakni sebesar Rp. 1.376.515.000,-.

“Kalau nilainya untuk kendaraan plat hitam cukup besar hingga 60 miliar, untuk plat merah masih besar juga yakni mencapai 1 miliar lebih, itu sama terhitung sejak tahun 1992 hingga 2020 ini,”sampai Heppy.

Untuk mengejar pelunasan tunggakan pajak kendaraan bermotor tersebut, disampaikan oleh Heppy, pihaknya melibatkan Polres Rejang Lebong, TNI (Subdenpom) II/1-1 Rejang Lebong dan Jasa Raharja hingga 3 hari ke depan menggelar penertiban kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Hari ini dengan melibatkan pihak-pihak terkait menggelar penertiban kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bagi yang menunggak, karena masih ada waktu hingga Desember nanti untuk melunasi pajak, jika ada kendaraan yang menunggak hingga 4 tahun maka akan diambil tindakan tegas dengan penilangan oleh pihak Satlantas Polres Rejang Lebong,”ujarnya.

30 Kendaraan Terjaring Penertiban

Sementara itu Kapolres Rejang Lebong AKBP. Puji Prayitno melalui Kasat Lantas AKP. Radian Andy Pratomo menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Samsat Rejang Lebong.
Menurut Radian langkah penertiban ini adalah salah satu upaya bersama pihak Samsat, Polres Rejang Lebong dan pihak terkait lainnya untuk meningkatkan penerimaan daerah melalui pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Harapan kami dengan giat penertiban ini ada kesadaran masyarakat untuk melakukan pembayaraan pajak kendaraan bermotor diwilayah Rejang Lebong,” sampai Radian.

Dalam giat yang dilaksanakan di depan GOR kota Curup sejak pukul 08.00-10.00 WIB tersebut, setidaknya ada 30 kendaraan yang terjaring dan langsung dilakukan penilangan, baik itu R2 maupun R4.

“Kendaraan yang terjaring ini kita lakukan penindakan, selain itu kita berikan juga surat pernyataan yang berisikan bahwa pemiliknya wajib pajak akan melakukan pembayaran pajak secepatnya,”ujar Radian.

Di sisi lain, Radian selaku Kasat Lantas menghimbau bagi pemilik kendaraan yang menunggak pajak dan belum melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor agar taat dan patuh membayar pajak karena pajak ini adalah salah satu penerimaan negara yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Mari bersama kita taat pajak, sebab pajak ini berguna untuk kepentingan masyarakat, jika tidak akan dilakukan penertiban kepatuhan pembayaran pajak seperti yang dilakukan hari ini,” akhirnya.(brn).