180 Hari Tak Terima Upah, Penjaga Malam Bawa Pulang Perlengkapan Gedung Isolasi Covid-19 Seluma

Boy, penjaga malam di Gedung Isolasi Penanganan Covid-19 di Seluma

SELUMA, sahabatrakyat.com  Seorang penjaga malam di Gedung Isolasi Covid-19 di Kabupaten Seluma bernama Boy menagih jerih payahnya. Sudah enam bulan atau sekitar 180 hari ia tidak menerima upah.

Kepada sahabatrakyat.com, Boy menuturkan bahwa dirinya diminta bertugas jaga malam di Gedung Isolasi itu oleh seorang berinisial AD dari Dinas Kesehatan Seluma. Upah yang dijanjikan, kata Boy, adalah sebesar Rp 50 ribu per hari.

“Bahwa saya ditunjuk sebagai penjaga malam di gedung isolasi/ex gedung Diklat Seluma tahun 2020 yang lalu dengan upah sebesar 50 ribu per malamnya. Namun hingga saat ini upah tersebut belum perna saya terima sepeser pun dari pihak Dinkes Seluma,” katanya.

Boy mengaku sudah berulang kali menanyakan perihal upah kepada AD, orang yang minta dia sebagai penjaga malam di situ. Namun tak ada respon.

“Bahkan mereka malah mengatakan bahwa untuk pembayaran honor/upah jaga malam tidak ada anggarannya,” ujar Boy.

Meski sudah enam bulan tak menerima upahnya, hingga kini Boy masih menyimpan perabot dan perlengkapan gedung isolasi berupa 5 buah kasur busa, bantal dan spray,,5 unit kipas angin, 1 unit mesin penyedot air.

“Barang-barang ini saya amankan karena takut hilang mengingat gedung tersebut tidak lagi difungsika  sebagai gedung isolasi penanganan  Covid-19,” katanya.

Boy kembali meminta Dinas Kesehatan agar memenuhi apa yang menjadi haknya. “Karena saya berkerja dan atas dasar disuruh saudara AD, selaku PPTK di kantor Dinkes Seluma, sebagai penjaga malam di gedung isolasi Covid-19, saya minta kepada pihak Dinkes dapat menyelesaikan atau membayar hak saya, upah yang dijanjikan kepada saya. Supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” katanya.

Terkait soal anggaran honor jaga malam yang disebut pihak Dinkes tidak ada anggaran nya, Boy menegaskan hal itu bukan urusannya.

“Saya tidak tahu karena itu bukan wewenang saya. Tugas saya upahan kepada pihak Dinkes dengan imbalan 50 ribu per malam. Dan selama 180 hari atau 6 bulan kerja, itu yang saya tahu,” pungkas Boy dengan nada kecewa.

Di sisi lain, tak hanya soal upah yang menjadi PR Dinas Kesehatan. Sebab kwh listrik sempat diputus oleh petugas PLN arena tak dibayar. Sementara dana untuk fasilitas gedung Covid-19 sudah dianggarkan sekitar Rp 6 juta. Sementara realisasi pengadaan fasilitas gedung pinjam pakai bekas gedung Diklat Seluma yang nampak sekarang hanya yang ada di rumah Boy.

“Karena upah saya belum dibayar oleh pihak Dinkes Seluma, maka barang tersebut saya amankan di rumah saya,” alasan Boy.

Kepala Dinas Kesehatan Seluma Rudi Syawaludin, S. Sos yang dikonfirmasi sahabatrakyat.com mengakui tak ada honor untuk penjaga malam. “NGAK ADA ANGGARAN NYO UNTUK HONOR JAGA GEDUNG ISOLASI,” sampai Rudi melalui pesan WhatsApp.

Keterangan berbeda disampaikan Andi, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau PPATK. Menurut dia, kewenangan dan kebijakan itu sepenuhnya hak kepala dinas.


Pewarta: Sukardianto