Balap Liar Menjelang Subuh, 10 Unit Motor Diangkut ke Kantor Polisi

10 unit sepeda motor yang diamankan polisi/Foto: brn-sahabatrakyat.com

REJANGLEBONG, sahabatrakyat.com- Polres Rejang Lebong melalui Satuan Lalulintas (Satlantas) Rabu (14/4/2021) malam berhasil membubarkan aksi balap liar (Bali) dan berhasil pula mengamankan 10 unit sepeda motor berbagai jenis di lokasi bali.

Aksi Bali dengan melibatkan para remaja tersebut berlangsung sekitar pukul 22.00 hingga Kamis dini hari. Bali ini sendiri diketahui terjadi di dua lokasi berbeda yakni di jalan lintas Curup-Lubuk Linggau (Tikungan Mahi) Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur dan seputaran Lapangan Setia Negara Kecamatan Curup.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Puji Prayitno melalui Kasat Lantas IPTU Aan Setiawan membenarkan adanya aksi Bali yang berhasil mereka bubarkan tersebut.

“Sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam terjadi balap liar di tikungan Mahi Talang Ulu, di lokasi tersebut kita berhasil mengamankan 3 unit sepeda motor berbagai jenis, kemudian semuanya kita bawa ke Mapolres Rejang Lebong untuk dilakukan penilangan,”terang Aan.

Selanjutnya Satlantas mendapatkan informasi masyarakat jika aksi Bali juga terjadi di kawasan Lapangan Setia Negara Curup. Benar saja di lokasi tersebut petugas berhasil membubarkan aksi balap liar yang melibatkan puluhan kendaraan sepeda motor.

“Karena anggota yang turun ini sedikit, maka kita hanya bisa mengamankan 7 unit sepeda motor saja di Lapangan Setia Negara, saat ini semua sudah kita amankan di Mapolres Rejang Lebong,” beber Aan.

Untuk melakukan pencegahan terjadinya aksi Bali yang menimbulkan keresahan dimasyarakat, dilanjutkan Aan, pihaknya mulai malam nanti akan menurunkan lebih banyak personil. Hingga pencegahan dan penindakan dapat lebih maksimal dilakukan.

“Nanti kita juga akan melibatkan anggota Shabara untuk turun melakukan penertiban balap liar ini, jika anggota lebih banyak dilibatkan tentu hasilnya pun akan lebih maksimal,” lanjutnya.

Menurut Aan, dalam bulan Ramadhan ini pihak Satlantas Polres Rejang Lebong bukan bermaksud mengganggu kenyamanan pengendara, namun penindakan dilakukan guna memberikan rasa nyaman kepada pengendara dan juga menekan angka lakalantas yang berat. Selain itu aksi Bali adalah perbuatan yang menggangu kamtibmas.

“Balap liar itu merugikan semua orang, baik dari sisi pembalap maupun pengguna jalan, sehingga harus ditindak dan juga dapat menimbulkan resiko lakalantas berat,” katanya.

Ditegaskan oleh Aan untuk para pemuda di Rejang Lebong selama masa pandemi dan bulan suci Ramadhan untuk tidak menggelar balap liar, pasalnya jika nekad pihaknya tidak akan segan-segan melakukan penindakan dan sesuai arahan Polda Bengkulu, kendaraan yang terjaring balap liar akan ditahan hingga 2 minggu setelah lebaran Idul Fitri untuk kemudian dilakukan sidang.

“Saya menghimbau kepada para pemuda di Rejang Lebong, selama masa pandemi ini cukup di rumah saja, jalankan ibadah sebaik mungkin, tidak usah balap liar ataupun aksi-aksi lainnya yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, nekad balap liar akan kami tindak tegas, dan bukan hanya pembalapnya tapi juga penontonnya juga akan ditindak,”tegas Kasat.

Disisi lain, untuk sementara dari motor yang diamankan di lokasi balap liar kemarin malam, belum ada yang terindikasi motor bodong, dari 10 yang sepeda motor yang diamankan, 6 di antaranya sudah dikeluarkan surat tilang, sedangkan 4 lagi belum datang ke Polres Rejang Lebong.

“Kita masih tunggu hingga siang ini pemilik 4 kendaraan untuk datang ke Polres guna penilangan, sejauh ini dari sepeda motor yang diamankan, belum ada terindikasi motor bodong,” akhir Kasat.(brn)