Balita Dicabuli Saat Diajak Nonton Video Tak Senonoh

Tu (45 tahun) terancam 15 tahun penjara atas dugaan pencabulan terhadap balita/Foto: brn-sahabatrakyat.com

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di wilayah hukum Rejang Lebong kembali terjadi. Seorang pria berinisial Tu (45 tahun) terpaksa ditangkap polisi setelah dilaporkan sebagai pelaku pencabulan terhadap seorang anak perempuan yang masih lima tahun atau balita.

Parahnya, Tu yang sudah ditetapkan tersangka sempat mengajak korban menonton video porno di handpone tersangka sebelum berbuat tak senonoh kepada korban.

Kapolres Rejang Lebong AKBP. Puji Prayitno didampingi Kasat Reskrim AKP. Sampson S Hutapea melalui KBO Reskrim IPTU. Denyfita Muchtar kepada wartawan, Rabu (27/10/2021), mengatakan tersangka sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Rejang Lebong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Alhamdulillah Satreskrim Polres Rejang Lebong, khususnya unit PPA pada tanggal 26/10/2021 sekitar pukul 16.00 WIB telah berhasil mengamankan pelaku pencabulan berinisial TU (45) di wilayah Selupu Rejang, pelaku ini asalnya warga Indramayu Jawa Barat,” terang Denyfita.

Lebih jauh dijelaskan mantan Kapolsek Manna ini, tersangka sendiri dalam kesehariannya bekerja di tempat pembuatan mebel di wilayah Selupu Rejang. Antara tersangka dan korban yang masih balita tidak memiliki hubungan kekerabatan. Hanya saja korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi tempat tersangka bekerja kerap bermain bersama teman-temannya di lokasi tersebut. Tersangka pun kerap dipanggil pakde.

“Antara korban dan tersangka tidak ada hubungan keluarga, tersangka ini bekerja sebagai tukang kayu di mebel, kemudian korban ini tinggal tidak jauh dari lokasi, korban cukup mengenal tersangka karena sering melihat,” jelas Denyfita.

Kronologis kejadian, dijelaskan Denyfita, bermula pada Jum’at (22/10/2021) sekitar pukul 10.00 WIB, tersangka sedang berada di lokasi kejadian sendirian, sedangkan korban bersama 3 rekannya bermain di lokasi tersebut.

Melihat korban yang memang sudah dikenalnya itu, tersangka memanggil korban ke dalam ruang kerja mebel, dengan iming-iming menonton film bagus yang ada di handpone tersangka.

“Korban dipanggil oleh tersangka, kemudian disuruh nonton yang kita duga adalah video porno, saat itulah tersangka mencabuli korban,” ujarnya.

Perbuatan bejat tersangka diketahui keluarga korban setelah korban mengeluh sakit pada bagian kemaluannya. Kepada orang tuanya, korban menceritakan jika sakit tersebut setelah dirinya dicabuli oleh tersangka yang akrab disapa Pakde.

Tanpa menunggu lama selanjutnya orang tua korban langsung melaporkan kejadian yang dialami anaknya itu ke Mapolres Rejang Lebong.

Dilanjutkan Denyfita, korban saat ini mengalami trauma psikis dan mendapat pendampingan serta penguatan serius dari pihak keluarga agar dapat melupakan kejadian yang sangat memprihatinkan tersebut.

Sementara tersangka diancam dengan pasal 76E jo pasal 82 ayat 1 Undang-Undang No 35 tahun 2014 yang telah diubah ke Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tengtang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.