Bantuan Benih Padi Disalurkan, Rehab Irigasi Belum ‘Udim’

Kondisi irigasi yang belum dialiri air membuat petani belum bisa menggarap sawah

SELUMA, sahabatrakyat.com— Wakil Bupati Seluma Drs. Gustianto didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial, S.P., M.Si. memberikan bantuan benih padi hibrida secara simbolis kepada petani sebanyak 25,875 ton alokasi anggaran APBN Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Tahap ke-2 di Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan, Selasa (25/5/2021).

Dengan bantuan benih padi ini, Wakil Bupati Seluma Gustianto mengatakan bantuan benih padi unggul supaya dapat membantu masyarakat petani sawah untuk meningkatkan hasil produksi panen ke depan dan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan di Seluma Selatan, khususnya dan umum nya di Kabupaten Seluma.

“Maka benih padi ini nanti gunakan sebaik-baiknya dan segera ditanam mengingat sekarang sudah memasuki musim tanam,” pesan Wabup Yayan, sapaannya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Arian Sosial, S.P. M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rencana aksi dari Dinas Pertanian Seluma.

“Untuk tahap kedua dilakukan di Kelurahan Rimbo Kedui Seluma Selatan, sedangkan tahap pertama penyaluran benih padi inbrida sudah didistribusikan di Kecamatan Lubuk Sandi sebanyak 7.025 ton dan tahap kedua ini dari total jumlah bantuan padi sebanyak 112, 500 ton,” ungkap Arian.

“Sehingga program penyaluran benih padi yang diajukan oleh Dinas Pertanian sudah tepat sasaran sehingga benih padi tersebut sudah kami salurkan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Salah satu warga Seluma Selatan bernama Effendi selaku petani sawah mengaku senang atas bantuan benih yang sudah disalurkan. Namun ia menyesalkan anjuran Wabup agar petani segara turun tanam tak sesuai dengan realita di lapangan.

Kepada sahabatrakyat .com Effendi memastikan bantuan yang dikucurkan kepada masyarakat Seluma Selatan itu belum bisa ditanam karena air belum mengairi sawahsawah-sawah mereka menyusul perpanjangan masa pengeringan akibat belum tuntasnya proyek rehabilitasi saluran irigasi Bendungan Seluma.

“Mengingat pekerjaan rehabilitas saluran irigasi air Seluma belum kunjung selesai karena ada perpanjangan pengeringan saluran irigasi tersebut. Padahal berdasarkan keputusan rapat awal ketua KP3A bersama masyarakat sudah klir pada forum rapat awal bahwa awal Juni saluran irigasi sudah udim/rampung,” katanya.

Menurut dia, idealnya keputusan perpanjangan masa pengeringan hingga dua bulan ke depan itu melibatkan semua pihak, terutama para ketua KP3A.

“Seharusnya kalo memang ada perpanjangan, seluruh ketua KP3A di Seluma Selatan dilibatkan kembali dalam forum rapat kedua tersebut supaya jangan ada pihak yang dirugikan atas keputusan  forum rapat dan merugikan penghasilan petani,” katanya.

“Apalagi dalam kondisi yang seperti sekarang ini pandemi Covid-19 belum kondusif sehingga peluang petani seperti kami untuk mencari makan sangat susah karena lahan pertanian kami belum bisa difungsikan. Sementara sumber mata uang kami tergantung pada lahan sawah dan ladang. Kalau seperti ini kami di Seluma Selatan khususnya bisa-bisa terancam krisis pangan,” kata Effendi dengan kesal.


Pewarta: Sukardianto