Kota Bengkulu – Kantor Badan Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu melakukan penyisiran di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara untuk melakukan pencarian terhadap kapal cepat beserta delapan penumpang yang hilang di Selat Sunda, Pandeglang Provinsi Banten.
“Memang benar saat ini kami melakukan penyisiran darat di kawasan pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara untuk melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau,” kata Kepala Kantor Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik saat di konfirmasi di Kota Bengkulu, Rabu.
Ia menyebut tim Basarnas Bengkulu telah melakukan penyisiran darat dan Pencarian dari Dermaga Malakoni ke Banjarsari Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Kemudian, tim juga akan melakukan pencarian dengan menggunakan RIB Basarnas yang akan diangkut dari Kota Bengkulu ke Pulau Enggano menggunakan Kapal Pulo Tello.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu telah mengirim sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu ke Pusat Kedokteran dan dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Mabes Polri).
Baca juga: Jurnalis Bengkulu berharap lima rekan yang hilang segera ditemukan
“Terkait pencocokan DNA jadi untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah dikirimkan sampel DNA nya ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dicocokkan,” sebut Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto.
Autopsi tersebut dilakukan guna memastikan identitas jenazah tersebut apakah ada kaitannya dengan hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal yang meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.
“Untuk waktunya berapa lamanya kita masih menunggu nanti setelah hasil akan kita sampaikan kembali,” sebutnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh penyidik diketahui bahwa jenazah tersebut bukan masyarakat sekitar atau warga asli Pulau Enggano.
Di sisi lain, Kepala Kantor Badan Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan bahwa jenazah yang ditemukan di Enggano telah dibawa menggunakan pesawat Susi Air take off dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno pada Senin (14/9) Pukul 07.58 WIB.
Penerbangan jenazah tersebut didampingi oleh dua petugas dari kepolisian untuk dilakukan otopsi guna memastikan identitas dan penyebab kematiannya.
Sebelumnya, pada Sabtu (12/9) Basarnas Bengkulu menerima laporan adanya penemuan mayat tanpa identitas di kawasan Pesisir Sawang Bengkok Desa Khayapu Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.








