Diduga ‘Bermain’, Petugas SPBU Bakal Diperiksa

Tersangka JF saat digelandang ke Polda Bengkulu/Foto: Istimewa

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com Polda Bengkulu terus mengembangkan kasus dugaan penimbunan solar subsidi yang dilakukan oleh JF, warga Desa Belumai, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Rejang Lebong.

Setelah meminta keterangan JF, penyidik Direskrimsus Polda Bengkulu memastikan akan memanggil petugas SPBU dimana JF mengisi BBM tersebut guna dimintai keterangan.

Polisi menduga ada oknum petugas SPBU yang ikut bermain sehingga JF bisa mengisi solar hingga seribu liter atau satu ton solar saat mengisi di SPBU di Padang Ulak Tanding. Apalagi setiap jenis kendaraan punya takaran maksimal masing-masing dan tak ada yang satu ton sekali isi kecuali sudah dimodifikasi.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu Komisaris Besar Polisi Dolifar Manurung mengatakan pemanggilan pihak SPBU itu untuk melihat seperti apa peran dan sejauh mana keterlibatannya.

Oknum petugas SPBU tersebut juga diduga mendapatkan keuntungan atau fee setiap kali JF membeli solar, karena JF mengaku solar yang dibeli harga normal yakni Rp 5.150 dan akan dijualnya ke pelaku industri seharga Rp 8000.

JF sendiri agaknya masih menutupi jika oknum petugas SPBU terlibat. Namun JF tak menyangkal jika dirinya mengisi BBM solar sebanyak satu ton sekali isi.

“Sekali beli dikit, sekitar satu ton, seribu liter,” ujar JF saat digiring ke ruang tahanan usai menjalani pemeriksaan.

Seperti dilansir, Polda Bengkulu menangkap JF atas dugaan menimbun solar. Ia memodifikasi tangki mobil Kijang LGX nya sehingga bisa menampung sampai seribu liter solar sekali isi. (**)