Diduga Gelapkan Uang Rp 1,5 Miliar, Direktur & Bendahara CV Utama Pernah Dilaporkan ke Polisi

Anton Nofrizal menunjukkan tanda bukti laporan polisi

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Persoalan duit yang membelit kinerja CV Utama Karya ternyata bukan baru pertama kali ini saja terjadi. Sang direktur dan bendahara perusahaan ini rupanya sudah pernah didera prahara rupiah.

Bedanya, kalau kini melibatkan uang toke sawit maka sebelumnya atau persisnya pada Maret 2019 urusannya melibatkan uang seorang investor bernama Anton Nofrizal.

Kepada awak media, Anton mengatakan bahwa direktur dan bendahara CV Utama Karya itu sudah dia laporkan ke Polres Bengkulu Utara.

“Iya benar, saya sudah pernah buat laporan di Mapolres BU dengan Tanda Bukti Laporan Nomor LP B.1 / 533-B / III / 2019 / BKL / RES BKL UTARA tertanggal 15 Maret 2019, pada pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, saya sempat buat pengaduan masyarakat di Mapolsek Ketahun pada tanggal 28 November 2018,” ujar Anton.

Anton melaporkan pihak CV Karya Utama dengan dugaan telah menggelapkan uang miliknya sejumlah Rp 1,5 miliar. Ia pun membeberkan, dirinya melapor ini karena menjadi korban hubungan kerjasama dirinya sebagai investor keuangan, dalam menjalankan roda keuangan di CV Karya Utama tersebut.

“Saya tidak mau berkomentar soal masalah CV Karya Utama dengan para toke TBS sawit saat ini. Namun, jika dimintai keterangan soal CV Karya Utama pernah dilaporkan ke Mapolres BU, saya siap berkomentar dan membenarkan hal tersebut. Karena, kasus ini masih belum ada kelanjutan, dimana kerugian yang saya derita mencapai Rp 1,5 miliar,” beber Anton.

Hingga berita ini diterbitkan petinggi CV Karya Utama, direktur berinisial Ha maupun En selaku bendahara, belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi.


Pewarta : MS Firman