Diduga Mafia Tanah, Polda Bekuk 4 Tersangka

Polda Bengkulu menggelar Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus mafia tanah/Foto: Ist

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Bermula dari laporan nomor LP-B/75/I/2021/Bengkulu tertanggal 21 Januari 2021 yang dibuat Imas Belly, Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu justru mengungkap sindikat pemalsu dokumen kepemilikan tanah.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendyawan, S.Ik., M.H., didampingi Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., Rabu (10/02/2021) mengungkapkan, empat tersangka sudah ditangkap.

Mereka adalah SU (54 tahun), SN (38 tahun), UP, dan SN. “Untuk tersangka UP dan SN telah ditahan terlebih dahulu di Polres Bengkulu,” ujar Teddy.

Teddy menjelaskan, kasus bermula pada Minggu tanggal 06 Desember 2020 ketika tersangka SU dan UP erta tersangka SN datang ke lokasi lahan kebun milik korban Imas Belly yang diklaim telah dibeli senilai Rp 50 juta.

Setelah sampai di lokasi kebun, ketiganya langsung melakukan pengerusakan dengan cara merobohkan tanaman kelapa sawit milik korban yang berjumlah 120 batang menggunakan alat berat.

Setelah selesai memotong tanaman lahan kebun milik korban, ketiganya langsung mengkapling tanah menjadi 42 kapling lalu dijual oleh tersangka SN.

Mengetahui hal tersebut, korban langsung mendatangi ketiga tersangka untuk menanyakan maksud pengaplingan. Oleh ketiga tersangka korban diperlihatkan dokumen kepemilikan tanah yang diklaim milik tersangka.

Namun setelah melihat dokumen yang ditunjukkan, korban menemukan beberapa kejanggalan sehingga memutuskan untuk membuat laporan. Kepada polisi, Imas Belly mengaku menderita kerugian Rp 300 juta.

Saat ini keempat tersangka telah di amankan di Mapolda Bengkulu dan Mapolres Bengkulu. “Ketiga tersangka kami jerat dengan pasal 170 KUHP dan pasal 385 KUHP JO pasal 54, 56 KUHP,” kata Teddy.


Pewarta: Thio Heldo Suchen