Ditahan Jaksa, Bendahara KONI: Saya Tak Makan Uang Tersebut…

HF saat digiring petugas ke ruang sel tahanan di Mapolda Bengkulu usai dilimpahkan ke JPU Kejati Bengkulu, Selasa (21/9)/Foto: Ist

BENGKULU, sahabatrakyat.com Bendahara KONI Provinsi Bengkulu Hirwan Fuadi (HF) mengaku hanya mencairkan dana hibah bagi KONI Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2020 senilai Rp 15 milyar. Setelah itu, uangnya ada di Mufron Imron yang kala itu menjabat sebagai ketua umum KONI Provinsi Bengkulu.

Keterangan itu disampaikan Hirwan Fuadi kepada wartawan di sela-sela pelimpahan dirinya dari penyidik Polda ke JPU Kejati Bengkulu yang berlangsung pada Selasa (21/9) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Hirwan dilimpahkan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21.

“Saya hanya teken pencarian uang saja dan setelah dicairkan uang tersebut diambil semua dengan Mufran Imron, dan saya sama sekali tidak makan uang tersebut,” kata Hirwan.

Hirwan sendiri menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah KONI menyusul Mufron Imron yang sudah lebih dulu ditetapkan oleh penyidik Direskrimsus Polda Bengkulu dan telah dilimpahkan ke JPU. Hanya saja, jika Mufron ditahan setelah sempat DPO, Hirman baru ditahan sehari menjelang pelimpahan berkas.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu Kombes Pol Aries Andi kepada RRI menjelaskan, HF ikut dijerat karena perannya dalam proses aliran dana. Seharusnya dana disalurkan ke masing-masing induk cabang olahraga di bawah naungan KONI. Tapi malah diserahkan kepada ketua KONI sehingga terjadilah tindak pidana korupsi.

Menurut Kombes Aries, setelah dilimpahkan, HF masih akan ditahan di sel Mapolda Bengkulu dengan status tahanan jaksa. Selanjutnya, HF akan menjalani proses penyidikan oleh JPU Kejati Bengkulu.

Saat dilimpahkan ke JPU, HF sudah mengenakan pakaian tahanan. Ia mengenakan kemeja lengan pendek berwarna merah dengan list putih dipadu celana jeans biru. Sementara kedua tangan HF juga sudah diborgol.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bengkulu Ristianti Andriani, SH. MH dalam jumpa pers mengatakan, setelah menerima pelimpahan, tersangka HF masih ditahan untuk 20 hari ke depan sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu. Ia menyatakan, pelimpahan perkara KONI ke pengadilan nantinya akan dilakukan bersamaan untuk memudahkan proses persidangan, yakni atas nama Mufron Imron dan Hirman Fuadi sendiri.

“Tetap dengan pasal yang disangkakan yakni Pasal 2 dan 3 UU Tipikor, yang dilakukan secara bersama-sama. Dan secara bersama-sama pula akan dilimpahkan ke pengadilan untuk mempermudah persidangan,” ujar Ristianti didampingi Koordinator JPU Arief Irawan, SH.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Provinsi Bengkulu tahun 2020 ini, jumlah kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan hasil audit BPKP Bengkulu sebesar Rp 11,1 miliar.

Di dalam SPDP yang diterima Kejati, Hirwan dijerat pasal 2 dan 3 UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat ke 1 KUHPidana.


Sumber: rri.co.id