Gubernur: Masyarakat Bengkulu Boleh Mudik

ROHIDIN MERSYAH

REJANG LEBONG, sahabatbengkulu.com– Pemerintah pusat secara resmi telah melarang masyarakat untuk mudik lebaran Idul Fitri di tahun 2021 ini. Namun memperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan peribadatan selama bulan ramadhan seperti shalat tarawih hingga shalat idul fitri dilaksanakan di luar rumah.

Namun terkait larangan mudik tersebut sepertinya tidak akan berlaku di Propinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membolehkan masyarakat di propinsi tersebut mudik lebaran serta tidak melarang kegiatan peribadatan selaman bulan ramadhan hingga Idul Fitri di luar rumah, meski dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan (Prokes).

Terkait dibolehkannya masyarakat Propinsi Bengkulu mudik tersebut, lebih jauh Rohidin menjelaskan dirinya membuat kebijakan memperbolehkan seluruh masyarakat Bengkulu yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga mereka. Namun aturan kebijakan boleh mudik tersebut hanya berlaku di dalam wilayah Propinsi Bengkulu saja.

“Saya akan membuat kebijakan di internal propinsi Bengkulu, silahkan siapa yang mau mudik selama lebaran nanti, internal yang saya maksud itu masyarakat di Kota Bengkulu kemudian ingin mudik ke Bengkulu Selatan, atau warga di Kaur ingin mudik ke Curup misalnya silahkan, tidak akan ada larangan,” terang Rohidin, Selasa (6/4/2021) di Curup.

Hanya saja untuk warga Bengkulu yang ingin mudik keluar propinsi, Rohidin menerangkan masih menunggu petunjuk jelas dari pusat, pasalnya larangan mudik lebaran tersebut berasal dari pemerintah pusat.

“Kalau mau mudik antar propinsi kita masih menunggu petunjuk jelasnya bagaimana, karena kebijakan larangan mudik itu kebijakan pusat, saya tentu tidak bisa membuat kebijakan sendiri kalau sudah lintas Propinsi,” ujar Rohidin.

Kebijakan Gubernur memperbolehkan masyarakatnya mudik antar Kota antar Kabupaten dalam Propinsi Bengkulu pada lebaran bukan tanpa alasanya. Dijelaskan oleh Rohidin, saat ini propinsi Bengkulu tidak berada di zona merah, namun zona kuning bahkan disejumlah kabupaten sudah zona hijau.

Terkait pengetatan aturan selama bulan puasa hingga lebaran menurut Rohidin berlaku pada daerah zona merah. Namun demikian dirinya tetap meminta agar selalu mematuhi prokes selama pandemi covid belum benar-benar berakhir.

“Bengkulu sudah zona kuning bahkan beberapa Kabupaten sudah zona hijau. sehingga kita tidak akan melakukan pengetatan aturan selama ramadhan hingga hari raya nanti, namun tetap semua harus mengedepankan dan memnatuhi prokes,” akhirnya.(brn)