Hanya Gara-Gara Didahului Sepasang Kekasih, Murka 2 Anak Muda Berujung Penjara

Dua pemuda ini dibekuk atas laporan penganiayaan sepasan kekasih di Kedurang Bengkulu Selatan/Ist

BENGKULU SELATAN, sahabatrakyat.com– Amarah dua anak muda di Bengkulu Selatan ini spontan menyalak saat laju sepeda motornya didahului orang lain. Dibakar emosi, gas dipacu memburu penyalib yang dianggapnya lancang kepada raja jalanan.

“Tahu kamu siapa aku ini?” sapa seorang anak muda yang dikuasai amarah setelah sigap mendahului lagi dan menghadang si penyalib.

Yang ditanya diam seribu bahasa. Mungkin nyalinya ciut atau memang enggan meladeni laki-laki yang adrenalinnya tengah memuncak.

Klimaksnya satu pukulan mendarat di wajah. Tapi Rehan, si pengendara yang dihadang, tetap tak bergeming. Pemuda 18 tahun dari Desa Keban Agung I itu tak melawan.

Justru Anisa, cewek yang ia bonceng, sigap berusaha melerai. Tapi Anisa malah ikut dianiaya. Satu terjangan dari pemuda penghadang telak ke tubuh dara 17 tahun asal Desa Karang Cayo, Kedurang ini.

Merasa puas melampiaskan amarah, Ri (25 tahun) dan Wi (16 tahun), keduanya warga Desa Padang Bindu, Kedurang Ilir, kembali ke tunggangan. Meninggalkan Rehan dan Anisa yang tidak kuasa melawan.

Tapi jaman sudah beda. Urusan amarah ditambah tindak pidana tak lagi bisa bebas semaunya. Rehan dan Anisa yang tadi diam memilih melawan dengan aturan. Lapor polisi!

Mereka memacu motornya ke Mapolsek Kedurang. Kepada petugas, semua peristiwa diungkap demi menuntut pertanggungjawaban.

Polisi segera menindaklanjuti laporan keduanya. Dalam tempo dua hari pasca kejadian, Ri dan Wi berhasil ditangkap. Mereka diangkut ke kantor polisi. Dijerat pasal penganiayaan, kini keduanya terpaksa mendekam di dalam hotel prodeo.

Kapolres BS, AKBP Deddy Nata SIK melalui Kapolsek Kedurang Iptu Kusyadi SH MSi mengatakan, kedua pelaku penganiaayan itu dibekuk, Selasa (9/2/2021) sore sekitar pukul 17:00 WIB di rumahnya masing-masing.

“Saat ini kedua pelaku sedang kami minta keterangan,” ujar Iptu Kusyadi, Kamis (11/02/21).

Dijelaskan Kusyadi, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (7/2/2021) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Raya Dusun Sekunyit, Desa Sukarami, Kedurang Ilir.

“Kejadian penganiayaan tersebut bermula saat korban Rehan bersama teman wanitanya Anisa yang sedang mengendarai sepeda motor melewati kedua pelaku yang juga sedang berboncengan mengendarai sepeda motor satu arah,” terangnya.

Adapun pengakuan kedua pelaku, sambung Kusyadi, mereka tidak terima sepeda motornya didahului korban. Bahkan saat itu pelaku mengaku korban memepet sepeda motornya. Sehingga tidak terima, lalu mendahului sepeda motor korban dan kemudian menghadangnya.


Pewarta: Jean Freire