Jaksa Eksekusi Lahan Kebun Terpidana Korupsi DD

Kasi Pidsus Kejari Rejang Lebong Arya Marsepa pimpin eksekusi lahan milik BH terpidana kasus korupsi DD Air Kati Kecamatan PUT/Foto: brn-sahabatrakyat.com

REJANGLEBONG, sahabatrakyat.com-Setelah resmi menyandang status terpidana paska putusan sidang oleh majelis pengadilan Tipikor Bengkulu terhadap mantan Kades Air Kati Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) berinisial BH pada Selasa (27/7/2021) lalu. Pihak Kejaksaan Negeri Curup langsung bergerak melakukan eksekusi terhadap harta kekayaan milik terpidana guna mengganti kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan BH.

Adapun aset kekayaan yang disita oleh negara tersebut berupa lahan kebun seluas 2 hektar dan lahan kosong atas nama istri BH yang sertifikatnya sudah diserahkan saat penyidikan lalu.

Seperti yang diungkapkan oleh Kajari Rejang Lebong Yadi Rachmat Sunaryadi melalui Kasi Pidsus Arya Marsepa, Rabu (20/10/2021) kepada wartawan. “Hari ini kami tim gabungan Pidsus dan tim Barang Bukti dan Rampasan Kejaksaan Negeri Rejang Lebong telah melaksanakan eksekusi lahan seluas lebih kurang 2 hektar yang merupakan milik dari terpidana kasus korupsi dana desa Air Kati pada tahun 2017 lalu, eksekusi ini menyusul sudah inkrachtnya Putusan Pengadilan Tipikor PN Bengkulu nomor 13/Pidsus/2021/PN Bengkulu, eksekusi lahan ini sendiri tadi disaksikan oleh Kades Air Kati beserta perangkatnya dan juga ada perwakilan dari keluarga pemilik lahan,”terang Arya.

Dilanjutkan Arya, eksekusi ini sendiri dilaksanakan demi mengembalikan kerugian negara yang timbul akibat dari perbuatan BH. Dimana sebelumnya BH terbukti telah melakukan korupsi Dana Desa hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp.319 juta.

“Lahan ini nanti akan dilelang, proses lelang akan dilaksanakan oleh pengelola batang bukti dan barang rampasan, hasil dari lelang inilah nanti akan dikembalikan ke negara sebagai penutup kerugian negara yang timbul akibat perbuatan BH,”ujar Arya.

Sebagaimana informasi diperoleh, berdasar putusan pengadilan negeri Tipikor Bengkulu kepada BH, dirinya dinyatakan terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun dengan denda Rp 50 jura subsider 1 tahun kurungan. Kemudian dalam amar putusan juga disebutkan majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp
319.520.259,59 dikurangkan dari uang sebesar Rp 5.000.000 yang telah disita sehingga kekurangan uang
pengganti sejumlah Rp 314.520.259,59. Uang Pengganti tersebut harus dibayarkan BH paling lama setelah 1 bulan putusan inkracht. Jika tidak maka harta benda milik terpidana akan disita dan dilelang.

Sebagaimana diketahui sebelumnya mantan Kades Air Kati berinisial BH ditetapkan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Rejang Lebong sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana desa pada tahun anggaran 2017.

Indikasi kerugian negara muncul dari sejumlah kegiatan antaranya kekurangan volume pengerjaan fisik pembangunan jalan telpot, kemudian kekurangan volume pengerjaan siring pasang di desa tersebut. Serta pajak yang sudah dipungut namun belum disetor ke Kas Negara.

BH diketahui mengelola keuangan seorang diri tanpa melibatkan tim pengelola kegiatan, sekretaris desa dan bendahara. Uang DD yang dikorupsi oleh BH dipergunakannya untuk kepentingan pribadi.

Penyidik saat itu menjerat BH dengan pasal 2 Jo pasal 18 dan pasal 3 Jo pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(brn)