Jalan Provinsi di Rawa Indah Seluma Terancam Putus

Warga menunjukkan kondisi jalan yang rusak akibat abrasi pantai

SELUMA, sahabatrakyat.com Kondisi infrastruktur jalan Provinsi Bengkulu di wilayah Rawa Indah, Kecamatan IlirTalo, Seluma saat ini sungguh memprihatinkan. Akibat terus dihantam abrasi pantai, badan jalan penghubung menuju Pasar Seluma itu rusak dan terancam amblas dan putus.

Menurut Andi Wijaya, warga  Rawa Indah, Jumat (30/4/2021), jalan propinsi ini adalah akses alternatif bagi warga Rawa Indah menuju Kota Tais karena lebih dekat dibanding harus lewat Pasar Talo.

Selain itu, kata Andi, jalan tersebut merupakan peninggalan bersejarah dari zaman penjajahan Inggris untuk menuju Provinsi Bengkulu melalui Pasar Seluma, Pasar Ngalam hingga tembus ke Simpang Kandis Kota Bengkulu.

Selain meminta perhatian pemerintah, lanjut Andi, warga juga mengaku kecewa terhadap salah satu perusahaan yang memanfaatkan jalan tersebut untuk akses keluar masuk hasil perkebunannya.

“Warga kecewa kepada pihak PT. Agri Andalas. Seharusnya perusahaan ini dapat menanggulangi kondisi jalan dengan sistem perbaikan darurat, karena setiap hari ribuan ton buah sawit yang diangkut melintasi jalan ini menuju pabrik PT Agri Andalas,” kata Andi.

“Selama ini pihak perusahaan seolah tutup mata terhadap akses jalan yang rusak. Padahal bukan hanya masyarakat saja yang melewati jalan tersebut, namun pihak perusahaan perkebunan milik PT Agri-lah yang paling untung dengan menikmati jalan propinsi tersebut,” papar Andi.

Andi menegaskan, masyarakat berharap kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu  agar dapat berkomitmen kepada perusahaan untuk melaksanakan AMDAL di lingkungan perusahaan tersebut.

“Supaya tidak ada yang dirugikan dari sebab akibat perusahaan di lingkungan masyarakat daerah kabupaten dan kota bahkan Provinsi Bengkulu,” imbuhnya.

Andi Wijaya juga menyampaikan kepada pihak DPRD Seluma untuk meninjau langsung akses jalan yang hampir terputus dan dapat berkoordinasi kepada pihak perusahaan PT Agri Andalas demi kenyamanan masyarakat dan pihak perusahaan.


Pewarta: Sukardianto