Bengkulu – Keluarga korban dalam insiden tenggelamnya kapal wisata tujuan Pulau Tikus, Bengkulu, menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintah dan pihak penyelenggara perjalanan wisata.
Mereka menuntut evaluasi menyeluruh terkait kelayakan kapal dan kinerja anak buah kapal (ABK) yang dinilai lalai dalam menyelamatkan penumpang.
Dody Dores, salah satu keluarga korban kapal wisata di Bengkulu, menyoroti kurangnya tanggung jawab pihak terkait dalam memastikan keselamatan kapal sebelum diberangkatkan.
“Saya mempertanyakan kelayakan kapal yang mengangkut ponakan saya bersama wisatawan lain. Harusnya ada uji kelayakan berlayar agar musibah seperti ini tidak terjadi,” ujar Dody di posko penanganan korban.
Ia juga menyesalkan sikap ABK yang dinilai tidak sigap dalam menyelamatkan korban. Ponakannya sempat terjepit di dalam kapal, namun justru diselamatkan oleh sesama wisatawan, bukan oleh awak kapal.
“Yang saya sesalkan lagi, ke mana peran ABK saat itu? Seharusnya korban dalam kondisi terjepit menjadi prioritas untuk diselamatkan. Untungnya teman ponakan saya yang menolong, sekarang harus dirawat di rumah sakit,” tegas Dody,
Dody juga meminta agar pemerintah mengevaluasi travel agent penyelenggara wisata tersebut. Menurutnya, insiden matinya mesin kapal saat membawa penumpang menunjukkan bahwa kapal tersebut tidak layak beroperasi.
“Kapal ini tidak layak jalan. Soal cuaca harusnya bisa diprediksi. Travel agent ini harus dievaluasi,” tambahnya.
Sebelumnya, beredar luas di media sosial video detik-detik kapal tenggelam. Dalam video berdurasi 2 menit 12 detik itu, tampak 98 penumpang memenuhi dek kapal dengan duduk bersusun rapi. Awalnya mereka tampak bergembira, tetapi kepanikan terjadi saat mesin kapal mati dan gelombang tinggi mulai menghantam.
“Kenapa mesin mati?” terdengar teriakan salah satu penumpang di video tersebut, sesaat sebelum kapal diterjang gelombang dan mulai tenggelam.
Insiden tragis ini menewaskan tujuh dari total 104 orang di atas kapal, dengan perincian 98 wisatawan, 5 ABK, dan 1 nakhoda. Korban kapal wisata di Bengkulu yang selamat kini tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sementara korban meninggal telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Berikut adalah daftar korban meninggal dunia dalam insiden tersebut:
- Riska Nurjanah (28), asal Lubuk Linggau
- Ratna Kurniati (28), warga Jalan Lingkar Barat Pepabri
- Tesya (20), asal Kelurahan Durian Depun, Kabupaten Kepahiang
- Nesya (27), warga Suban Air Panas, Kabupaten Rejang Lebong
- Arva Richi Dekry (29), asal Akai Parak Kopi, Padang Utara
- Yunita, dilarikan ke RSUD Kota Bengkulu
- Suantra, dirawat di RSUD Kota Bengkulu sebelum dinyatakan meninggal dunia
- Silvia Alvionita (27) juga sempat di rawat di RS Bhayangkara Bengkulu, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Bersama pihak kepolisian kini tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kapal wisata yang memakan korban, termasuk mengevaluasi standar keselamatan transportasi laut wisata di wilayah tersebut. (**)





