Kasus Human Trafficking di Panti Pijat, Polisi Jerat Tersangka Pakai Pasal Berlapis

Empat tersangka kasus human traficking diperiksa penyidik Polda Bengkulu/Ist

BENGKULU, sahabatrakyat.com Dari empat orang yang diamankan karena diduga terlibat praktik perdagangan orang (human traficking) dengan modus bekerja di panti pijat, Polda Bengkulu menetapkan satu orang sebagai tersangka yakni HS (38 tahun). Warga Perum Kirana Blok J Kel. Kandang Emas Kec. Kampung Melayu itu disebut sebagai mucikari.

“Kemarin yang kita amankan ada 4 orang, status satu orang jadi tersangka yang mempekerjakan anak di bawah umur untuk melayani pria hidung belang di tempat panti pijat,” ujar Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno,S.Sos., M.H., Selasa, (5/5/2020).

Dikatakan Sudarno, polisi menggunakan UU Perlindungan Anak sebagai acuan sanksi hukum dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Selain itu tersangka juga dikenakan UU Pemberantasan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang).

“Selain pasal perlindungan anak, dia kita persangkakan juga tentang perdagangan orang, jadi berlapis,” kata Sudarno.

(Berita Terkait: Polisi Ungkap Dugaan Human Traficking di Panti Pijat)

Dikatakan Sudarno, pada dasarnya prostitusi muncul karena situasi sosial yang dipersepsikan sebagai tidak ada cara lain untuk bisa memperoleh nafkah dengan segala keterbatasan diri.

“Perempuan itu ibu bangsa, harus dilindungi dari praktik macam ini,” tutupnya.