Kasus Narkoba Meningkat, Kemenkumham Buka Program Rehabilitasi

BENGKULU, sahabatrakyat.com– Trend kasus penyalahgunaan Narkoba di Bengkulu dalam kurun 10 tahun terakhir terus meningkat. Selain dengan memerangi para pelaku, aksi nyata dengan memberikan pelayanan seperti program rehabilitasi kepada korban juga perlu ditingkatkan.

“Sesuai dengan amanat Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkoba bahwa korban penyalahgunaan narkoba wajib direhabilitasi, tapi faktanya selama ini banyak korban penyalahgunaan narkoba yang divonis 4 hingga 5 tahun penjara dan tentu ini berdampak bagi pribadinya dan juga pemerintah karena harus mengeluarkan cost yang lebih besar karena harus menyiapkan anggaran penahanan selama pelaku ini di penjara,” jelas Kakanwil Kemenkum HAM Bengkulu Imam Jauhari.

Hal itu disampaikan Imam dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi program rehabilitasi sosial warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Bengkulu dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lapas Kelas IIA Bengkulu, Lapas Perempuan Bengkulu, Rutan Kelas IIB Bengkulu dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu, Rabu (3/1), di Lapas Kelas IIA Bengkulu.

Acara itu sendiri dihadiri oleh Kadivpas Kemenkum HAM Bengkulu Ika Yusanti, Kalapas Kelas IIA Bengkulu Ade Kusmanto, Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol. Toga H Panjaitan serta Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP. Alexander S. Soeki.

Imam menambahkan, jika program rehabilitasi ini berjalan, diharapkan para korban penyalahgunaan narkoba ini bisa divonis rehabilitasi. Bukan dipenjara.

Karena itu, kepada warga binaan Imam menekankan agar dapat mengikuti program secara sungguh-sungguh agar diperoleh manfaat bebas dari jeratan narkoba. Apalagi tujuan program rehabilitasi tersebut adalah untuk mendorong korban penyalahgunaan narkotika tidak kembali menggunakan narkoba.

Hal senada juga disampaikan Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol. Toga H Panjaitan. Ia mengatakan, korban penyalahgunaan narkoba memang seharusnya mendapat rehabilitasi. Sehingga mereka tidak kembali mengulangi perbuatannya.

Program rehabilitasi itu sendiri dilaksanakan oleh Kanwil Kemenkum HAM Bengkulu bekerja sama dengan BNN. Penyelenggara akan menyiapkan program-program rehabilitasi yang akan dijalani korban penyalahgunaan narkoba serta akan melibatkan pihak kesehatan seperti dokter, psikolog serta konselor sesuai program yang dijalankan.

Diketahui ada 120 korban penyalahgunaan narkoba yang akan menjalani program rehabilitasi selama 6 bulan ke depan. Lapas Kelas IIA Bengkulu sendiri telah menyiapkan blok rehabilitasi baru yang langsung diresmikan oleh Kanwil Kemenkum HAM Bengkulu.

Di blok yang terdiri dari 7 kamar tersebut, sebanyak 120 korban penyalahgunaan narkoba akan menjalani program rehabilitasi terpisah dengan warga binaan pemasyarakatan lainnya.


Sumber: rri.co.id