Kejahatan Dunia Maya di Bengkulu Meningkat

Dua IRT warga Kota Bengkulu yang diperiksa polisi setelah sebar hoax tentang corona/foto: Antara

BENGKULU, sahabatrakyat.com- Meningkatnya kemajuan teknologi informasi yang diikuti dengan meluasnya penggunaan media sosial tampaknya belum dibarengi dengan peningkatan kesadaran untuk menggunakannya dengan bijak.

Bahkan berdasarkan data rekapitulasi kasus pidana kejahatan dunia maya atau cyber crime yang dirilis Polda Bengkulu sepanjang tahun 2020, kasusnya meningkat dibanding tahun 2019.

Jika pada 2019 tercatat 39 kasus, maka di tahun 2020 jumlahnya meningkat menjadi 51 kasus. Selama kurun dua tahun tersebut, kasus kejahatan dunia maya terbanyak ditangani Polda Bengkulu, yakni 31 pada 2019 dan 32 kasus di tahun 2020.

Sementara di Polres jajaran, kasus cyber crime pada 2019 terbanyak di Seluma, yakni 3 kasus. Sementara di tahun 2020 kasus tertinggi ada di wilayah hukum Polres Bengkulu, yakni 8 kasus. Padahal di tahun 2019, kasusnyo nol.

Peningkatan mencolok juga terjadi di wilayah hukum Polres Bengkulu Selatan, dari 1 kasus di 2019 menjadi 4 kasus di 2020. Begitu juga di Mukomuko, dari satu kasus di 2019 menjadi 4 kasus di 2020.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono mengatakan, untuk menangani kasus cyber crime, Polda Bengkulu sudah membentuk unit tersendiri. Selain menangani laporan, unit khusus cyber crime ini juga rutin melakukan patroli dunia maya.

Dikatakan Kapolda, kejahatan dunia maya masih didominasi oleh tindakan seperti menyebar-luaskan berita atau informasi yang belum pasti kebenarannya alias hoax.

Tindakan pengguna media sosial membagikan gambar, berita atau video yang berpotensi melanggar hukum ini, menurut Kapolda, merupakan indikasi masih lemahnya kesadaran masyarakat dalam bermedia sosial yang baik.

Kapolda menegaskan, meski sudah ada satuan khusus yang menangani cyber crime, namun peran semua pihak termasuk pers menjadi sangat penting dalam memberikan
informasi, edukasi dan sosialisasi supaya ke depan pengguna media sosial bisa menjadi lebih bijak.


Pewarta: Jean Freire | Sumber: rri.co.id