Kejaksaan Agung Cek Laporan Hambatan di Proyek Tol Bengkulu

BENGKULU, sahabatrakyat.com Tim Kejaksaan Agung RI harus turun langsung ke Bengkulu untuk memastikan kebenaran laporan terkait adanya hambatan dalam pelaksanaan proyek jalan tol Bengkulu-Lubuk Linggau.

Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Idianto, kepada wartawan mengatakan, hambatan yang dimaksud adalah terkait dengan pembebasan lahan yang tersendat.

Idianto menjelaskan, hambatan dalam pembebasan lahan yang diakui oleh PT HK, BPN, dan PPK itu di antaranya terkait permintaan ganti rugi oleh warga yang dinilai kemahalan. Ada juga lahan yang masih dalam status sengketa.

“Tapi semuanya sudah diberikan solusi. Soal harga, kita minta yang wajar sesuai dengan perhitungan KJPP. Yang masih dalam sengketa, kita arahkan ke pengadilan. Uang ganti rugi dititip di Pengadilan. Siapa nanti yang diputuskan pemilik sah, nanti ambil uangnya di Pengadilan,” beber Idianto, Rabu (29/07/2020) di Bengkulu.

Idianto mengatakan, apa yang dilakukan Kejaksaan Agung ini adalah dalam kerangka menjalankan tugas dan fungsi mengingat proyek tol di Bengkulu merupakan salah satu program strategis nasional.

“Karena ini amanat undang-undang, jadi kami wajib mengawasi supaya program ini bisa terlaksana tepat waktu dan tepat mutu. Ini kan dibiayai APBN. Makanya karena ada laporan makanya kami turun untuk cek kebenarannya,” ujar Idianto.

Sementara itu, terkait pekerjaan tol sendiri, Idianto menyebut memang ada keterlambatan 6 persen dari waktu yang direncanakan. Hal itu, kata dia, masih dalam batas kewajaran sebagai akibat pandemi Covid-19.

Terpisah, Project Manager PT Hutama Karya Hastuti Hardiningsih, mengakui masa pandemi Covid-19 membuat mobilisasi pekerja di lapangan terhambat.

Meski demikian, ia membantah jika disebut ada hambatan. Soal pembebasan lahan, kata dia, sebenarnya tidak menjadi hambatan berarti dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Untuk pembebasan lahan lancar. Ini hanya karena Covid-19 sehingga tidak ada mobilisasi di lapangan untuk menginventaris tanam tumbuh. Apalagi petugasnya berkantor di Jakarta,” jelasnya.

Menurut dia, dari proyeksi 17,6 km lahan jalan yang akan dibuka, realisasinya sudah tercapai 44 persen. Adapun panjang ruas jalan tol yang sudah dibangun adalah 6,5 km.

“Dalam empat hari kedepan kami akan buka lahan lagi. Target kita, untuk tahap kesatu ini sudah selesai awal 2021,” tandasnya.


Sumber: rri.co.id