Kepsek vs Guru Damai, Tanda Tangan Guru Dipalsukan Bendahara?

Dispendik BU mediasi soal dugaan pemalsuan tanda tangan SPJ BOS di SDN 033 Bengkulu Utara/Foto: sahabatrakyat.com-Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Dugaan pemalsuan tanda tangan honor guru di SDN 033 Bengkulu Utara yang terungkap lewat kuitansi belanja barang dan jasa dana BOS tahun 2019 Nomor: 56 untuk pembayaran belanja tambahan jam mengajar kelas 6 (enam) untuk pemantapan persiapan ujian, sesuai dengan SH penugasan Nomor: 900/12/SDN-033/BU/2019 tanggal 02 Februari tahun 2019 disikapi dinas terkait.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara memfasilitasi mediasi kedua belah pihak, Rabu (10/06/2020). Hasilnya, para pihak, yakni sejumlah guru dan kepala sekolah, sepakat berdamai. Artinya, urusan tidak diperpanjang.

Mediasi sendiri berlangsung tertutup. Dipimpin Sekretaris Dinas Pendidikan BU Drs Bambang Pramana didamping Kabid SMP Kusno.

“Jadi intinya kesalah pahaman saja, secara kekeluargaan sudah bermusyawarah, masalah itu sudah teranulir dan semua mengakui bahwasannya khilaf,” jelas Bambang usai mediasi.

Bambang berharap urusan ini tidak ada kelanjutannya. “Yang laporan-laporan, segalanya ketika satu permintaan dari Lena, Susi dan Ardi nanti bisa direalisaskan,” kata Bambang.

“Apa yang diminta oleh beliau bertiga ini bukan wewenang Diknas, itu sudah dikonfirmasi dengan Pak Kadis, itu wewenang Bupati, nanti akan dijelaskan” tutur Bambang.

Bagaimana dengan laporan yang sudah disampaikan ke polisi?

“Mengenai laporan yang di Polda Bengkulu kita lihat dahulu,” jawabnya.

Kepala SDN 033 Bengkulu Utara Harmaini SPd yang sempat dituding memalsukan tanda tangan itu mengatakan, “Kita menyikapinya dengan baik. Setelah dimediasi ini kami datang. Tadi direncanakan mencari jalan keluar yang terbaik.”

Namun saat disinggung terkait laporan di Polda, Harmaini memilih bungkam.

“No coment. Tidak tahu dilapor. Hanya membaca di media,” ucapnya.

Mengenai tanda tangan di SPJ tersebut, kepala sekolah juga menjawab: no coment.

Sementara terkait papan identitas sekolah yang tidak terlihat saat awak media di lapangan, ia juga membantahnya.

SDN 033 Bengkulu Utara

Dipalsukan Bendahara?

“Identitas sekolah ada pak, di dinding sekolah di kelas V. Bukan di dalam lokal. Di samping lokal” terangnya.

Sementara Lena yang tanda tangannya diduga dipalsukan itu mengatakan, oknum kepala sekolah sudah mengakui kesalahannya.

“Bukan dia yang tanda-tangan, tetapi yang menanda-tangani itu bendahara,” ungkap Lena.

Lena juga menegaskan dirinya tidak mau memperpanjang urusan. Ia anggap sudah selesai dengan proses mediasi itu dengan satu kondisi.

“Untuk permasalahan ini kita sudah dimediasi dan kami menyetujui bahwa permasalahan itu cukup selesai sampai disini. Namun kami meminta satu hal, yakni kami meminta operator sekolah dan kepala sekolah itu dirolling untuk kedepannya karena sesuai dengan kinerja data-data kami tidak sinkron.”

“Seandainya permintaan kami tidak terealisasi mungkin kami akan menemui kembala pak Bambang,” kata Lena.

Ditambahkan guru lainnya, Susi Aprianti, kebijakan sekolah dibawah kepemimpinan Kepsek saat ini membuat ia dirugikan. Terutama soal data. Ia mengaku sudah sering memberi masukan, namun tidak diindahkan.

“Saya juga pernah memberikan masukan kepada bendahara, sama operator, tetapi masukan saya bersifat mungkin dicela,” ketusnya.

Sayangnya hak jawab oknum bendahara sekolah yang disebut-sebut pemalsu tanda tangan belum berhasil dikonfirmasi. Saat mediasi di Dispendik, baik bendahara maupun operator sekolah tidak terlihat di sana.


Pewarta: MS Firman