Komda PMKRI Sumbagsel Tolak Omnibus Law

Alex Silaban

BENGKULU, sahabatrakyat.com Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum usai, konsentrasi bangsa justri dibuyarkan dengan sikap DPR yang akan melajutkan pembahasan Omnibus Law.

Padahal Omnibus Law RUU cipta kerja yang diusulkan oleh pemerintah belakangan ini sudah menuai penolakan dari publik, baik golongan buruh maupun aktivis mahasiswa.

Salah satu delik yang dipakai oleh pemerintah untuk meloloskan pembahasan RUU ini adalah untuk mendorong percepatan ekonomi Indonesia. Pemerintah yakin RUU ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dengan terbukanya lapangan pekerjaan.

“Namun pemerintah dianggap abai betapa ada banyak aspek dalam perancangan UU ini yang dilupakan,” ujar Komisaris Daerah (Komda) Sumatera Bagian Selatan, Alexander Silaban dalam rilisnya.

Alex, sapaannya, mengatakan pembahasan omnibus law harus dihentikan mengingat semangat pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang ditunjukkan oleh DPR hari ini adalah semangat kebut-kebutan.

“Artinya, semangat kebut-kebutan yang hanya akan membawa bangsa ini ke dalam jurang. Pemerintah tidak memperhatikan aspek-aspek dalam pembahasannya. Baik formil maupun nonformil,” ujar dia.

Ia menguraikan, secara formil harusnya mengacu pada UU No 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

“Lalu, hilangnya asas keterbukaan dalam pembentukan UU ini, kurang partisipasi publik (Pasal 96), dihilangkannya absorsing, dihapuskannya saksi terhadap perusahaan dan permalasahan lainnya,” imbuh Alex.

PMKRI, kata Alex, mendukung dan mendorong pemerintah melakukan percepatan ekonomi negara untuk mewujudkan cita-cita Indonesia emas 2045. Namun pemerintah tidak boleh gegabah.

“Justru kita harus memperhatikan aturan-aturan yang berlaku di negara ini. Rancangan Omnibus Law yang hari ini ditawarkan pemerintah kepada publik hanya akan menguntungkan kelompok investor dan pengusaha, bukan memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” tandas Alex.


Editor: Jean Freire