Korupsi Dana Desa, Mantan Kades SS 2 Kali Divonis Hakim

Mantan Kades SS saat mengikuti sidang

REJANG LEBONG,sahabatrakyat.com- Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Bengkulu Selasa 15/11/2021 kembali menjatuhkan vonis bersalah kepada Sukardi mantan Kepala Desa (Kades) Selamet Sudiarjo (SS) Kecamatan Bermani Ulu atas kasus tindak pidana korupsi dana desa (DD) tahun anggaran 2018 yang penyidikannya ditangani penyidik unit Tipidkor Satreskrim Polres Rejang Lebong.

Sukardi dijantuhi vonis majelis hakim yang diketua Majelis Hakim Dwi Purwanti, SH didampingi Dicky Wahyudi, SH dan Tuti Amalia, SH selaku Hakim Anggota selama 5 tahun penjara. Sukardi dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang dimaksud dalam ketentuan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasi Pidsus Kejari Rejang Lebong

Dalam amar putusan yang dibacakan majelis yang persidangannya digelar secara Teleconference tersebut, dijelaskan Kajari Rejang Lebong Yadi Rachmat Sunaryadi,SH,MH melalui Kasi Pidsus Arya Marsepa,SH, Majelis Hakim juga menghukum sang mantan Kades membayar denda Rp. 250.000.000,- subsidair 2 (dua) bulan kurungan serta uang pengganti Rp.737.430.020,- subsidair 2 (dua) tahun penjara.

“Hari ini majelis hakim Tipikor Bengkulu sudah membacakan putusan terhadap terdakwa atas nama Sukardi mantan Kades Selamet Sudiarjo, dimana Majelis Hakim menjatuhkan hukuman selama 5 tahun penjara berikut membayar denda sebesar Rp 250.000.000, subsider 2 (dua) bulan kurungan serta uang pengganti Rp.737.430.020,- subsidair 2 (dua) tahun penjara,”terang Arya.

Menurut Arya putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Terdakwa sebelumnya yaitu selama 6 (enam) tahun dan 6 (enam) bulan, denda sebesar Rp.200.000.000,- (Dua Ratus Juta rupiah) Subsidiair 3 (tiga) bulan kurungan, pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp.737.430.020,- Subsidair 3 (tiga) tahun dan 6 (enam) bulan penjara.

“Kalau dibandingkan tuntutan JPU putusan majelis hari ini lebih ringan, atas putusan tersebut JPU menyatakan fikir-fikir,”ujar Arya.

Pembacaan vonis terhadap Terdakwa Sukardi sendiri dijelaskan Arya dihadiri langsung oleh Penasehat Hukum terdakwa dan JPU Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Arlya Noviana Adam,SH.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, terdakwa Sukardi telah divonis oleh majelis hakim Tipikor Bengkulu atas kasus korupsi ADD dan DD TA 2017 Desa SS Kecamatan Bermani Ulu. Dalam kasus tersebut Sukardi divonis 5 tahun penjara denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan penjara.

Selain itu Sukardi juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 397,153 juta.(brn)