Lestarikan Adat dan Budaya, Erwin-Yayan Gerakkan Masak Gelamai

Bupati Seluma Erwin Octavian SE saat ikut mengaduk gelamai/Foto: sahabatrakyat.com-anto

SELUMA, sahabatrakyat.com– Melestarikan dan memajukan adat budaya Seluma menjadi salah satu program prioritas Pemkab Seluma dibawah kepemimpinan Bupati Erwin
Oktavian SE dan Wabup Drs Gustianto. Sejumlah kegiatan untuk mewujudkan program itu
sudah mulai berjalan.

Salah satunya adalah dengan mengajak kembali masyarakat memasak gelamai atau dudul.
Tak hanya mengajak, pasangan Erwin-Yayan ini ikut terlibat langsung bersama
masyarakat Seluma saat mempraktikkan cara memasak gelamai yang dilaksanakan di rumah dinas Bupati Seluma di Tais.

“Budaya ini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat Seluma. Beda halnya seperti zaman
dulu menjelang hari raya Idul Fitri di H-2 masyarakat di dusun selalu membuat kue
gelamai atau dodol dengan bergotong royong dan penuh semangat,” tutur Deky, seorang
warga.

Bupati Erwin menjelaskan, kegiatan memasak gelamai adalah warisan nenek moyang
masyarakat Kabupaten Seluma. Karena itu ia mengajak semua lapisan agar menjaga
warisan budaya ini. “Harus tetap kita jaga dan dibudayakan supaya warisan ini tetap
terjaga di Kabupaten Seluma,” katanya.

Ia menambahkan, memasak gelamai biasa dilakukan masyarakat Seluma menjelang hari
raya Idul Fitri, Idul Adha, dan pesta pernikahan. Karena kue gelamai (dudul)
termasuk ciri khas utama bagi masyarakat Seluma sejak zaman nenek moyang.

Wakil Bupati Drs Gustianto saat bersama-sama warga memasak Gelamai/Foto: sahabatrakyat.com-anto

“Hingga sampai sekarang budaya memasak gelamai masih dibudayakan oleh masyarakat
Seluma,” tandasnya.

Wabup Yayan mengatakan, budaya memasak gelamai atau yang sering disebut masyarakat
seluma dengan dudul memang perlu dibudayakan. Karena dudul atau gelamai ini sudah
menjadi kue khas dan kebanggaan masyarakat Seluma.

“Semoga masyarakat Kabupaten Seluma bisa melakukan atau membuka usaha kecil dan
kreatif dalam bentuk produk kue khas Seluma dan dapat dipasarkan untuk menambah
penghasilan keluarga,” harapnya.

Apalagi, lanjut Wabup Yayan, Seluma punya banyak pontensi kue khas peninggalan nenek
moyang, seperti kue juada keghas, dudul, dan keripit pisang. “Karena pada zaman
nenek kita dulu ketiga kue tersebut tidak pernah lepas di saat hari raya dan pesta
pernikahan. Selalu disajikan,” katanya.


Pewarta: Sukardianto