Lokasi Narkoba Ternyata Rumah Perangkat Desa, Sang Mahasiswa Terancam 12 Tahun Penjara

Lokasi penangkapan tersangka dan barang bukti

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Pengungkapan terhadap jaringan narkoba yang menyeret seorang mahasiswa yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka berinisial RP (25) masih terus dilakukan. Terbaru dari hasil penyidikan diketahui ternyata pemilik rumah yang menjadi lokasi tersangka ditangkap serta ditemukannya sejumlah barang bukti narkotika jenis ganja dan juga sabu adalah seorang perangkat desa yang menjabat sebagai Kepala Dusun (Kadus) V di Desa Lawang Agung, Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU).

Tak hanya itu, diketahui pula jika sang kadus yang saat ini masih dalam buruan polisi itu adalah seorang residivis tindak pidana umum yang pernah ditangani Polres Rejang Lebong.

Hal ini dijelaskan oleh Kapolres AKBP. Puji Prayitno melalui Kasat Narkoba Polres Rejang Lebong IPTU. Susilo Jum’at (27/08/2021) kepada wartawan.

“Hasil pengembangan kita terhadap tersangka RP ketahui ternyata pemilik rumah berinisial RE adalah seorang Kadus, saat ini masih menjadi buruan kita bersama rekannya berinisial RI, selain itu sang Kadus ini juga ternyata adalah residivis tindak pidana umum,” jelas Susilo.

Disinggung soal asal narkotika jenis ganja dan sabu yang ditemukan di dalam karung yang sengaja di sembunyikan di bawah kasur di rumah sang Kadus, Susilo menjelaskan saat ini masih dalam pengembangan termasuk juga siapa yang menjadi pemasok barang haram tersebut ke wilayah pedesaan sekarang ini.

“Masih kita kembangkan, bukan hanya asal barangnya yang kita ingin ketahui namun juga siapa yang menjadi pemasok narkotika jenis ganja maupun sabu yang sudah kita amankan ini,”ungkapnya.

Selain itu dari hasil pengembangan juga diketahui jika tersangka berinisial RP yang ditangkap saat penggrebekan pada Rabu malam lalu ternyata saat diamankan sedang asik mengkonsumsi sabu di dalam rumah, sedangkan sang Kadus beserta rekannya berinisial RI sedang berada di depan rumah. Keduanya berhasil kabur saat anggota tiba di lokasi.

“RP ini berada di dalam rumah, sedangkan sang Kadus beserta rekannya ada di luar rumah, saat kita tiba keduanya langsung kabur dan lari ke kebun-kebun yang ada di belakang rumah dalam kondisi gelap,” sampai Susilo.

Akibat perbuatannya, RP alias Reno (25) yang memiliki dua alamat tinggal yakni warga Desa Karang Pinang Kecamatan Sindang Beliti Ulu Kabupaten Rejang Lebong dan Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuk Linggau Timur II Kota Lubuk Linggau Propinsi Sumatra Selatan.

Ia juga masih kuliah semester VII di salah satu di Kota Lubuk Linggau itu terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 8 Miliar sesuai dengan pasal 112 ayat (1) undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(brn)