Masalah Sampah, Bupati Kembali Sentil DLHKP

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Permasalahan sampah di Kabupaten Rejang Lebong mash saja menjadi persoalan yang seperti tiada henti meski sudah dilakukan pergantian kepala dinasnya beberapa waktu lalu.

Bahkan Bupati Rejang Lebong Syamsul Efendi kembali menyentil Dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan Dan Pertamanan (DLHKP) Rejang Lebong untuk serius menangani permasalahan sampah.

Menurut Syamsul permasalahan sampah di Rejang Lebong harus menjadi perhatian penuh dari DLHKP, sehingga kondisi kota dapat bersih dan sehat tanpa banyak tumpukan sampah berserakan.

 

Terkait sampah sendiri selaku Bupati Syamsul pernah langsung menghubungi pihak DLHKP saat dirinya menemukan langsung pagi hari sampah masih berserakan dan belum diangkut oleh petugas kebersihan.

“Saya pernah menghubungi langsung DLHKP, dan setaip hari masalah sampah ditengah kota ini selalu saya pantau, jangan ada lagi sampah berserakan,”ujar Syamsul saat meninjau lokasi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Jambu Keling Kecamatan Bermani Ulu Raya bersama Forkopimda Rejang Lebong Senin 06/12/2021.

Menurut Syamsul keinginannya menjadikan Rejang Lebong bersih dari sampah, bukan berarti dirinya mengejar target untuk mendapatkan Adipura atau mendapat pujian, namun lebih kepada menciptakan kota yang indah dan bersih sesuai dengan slogan Rejang Lebong Bercahaya.

“Jika kota bersih, masyarakatnya bisa sehat, daerah menjadi indah, keuntungannya untuk kita semua, bukan untuk mengejar Piala Adipura atau mendapat pujian semata, maka untuk itu saya minta serius menangani ini, sudah subuh petugas itu sudah membersihkan semua tumpukan sampah yang ada,”sampai Syamsul.

Berdasar letak geografisnya Rejang Lebong memiliki luas 151,576H terdiri dari 15 Kecamatan 156 Desa Kelurahan dengan jumlah penduduk 263.77jiwa. Jika diestimasi jumlah penduduk tersebut menghasilan sampah 0,4kg perjiwa maka akan menimbulkan sampah sebanyak 38.49,2 ton pertahun, jumlah tersebut menurut Syamsul jumlah yang cukup banyak dan akan menimbulkan persoalan serius jika tidak ditangani dengan baik.

“Saya menghimbau kepada semua untuk bersama-sama menyikapi masalah sampah ini, kepada masyarakat mulailah untuk memisahkan sampah organik dan non organik saat membuang atau menyerahkan sampah ke petugas sampah, ini juga upaya kita mempermudah penguraian sampah hingga tidak menimbulkan efek buruk baik untuk lingkungan maupun Kesehatan masyarakat,”ujar Syamsul.

Disisi lain, Bupati Syamsul Efendi bersama Forkopimda Rejang Lebong beserta pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bengkulu terpantau di lokasi TPAS Jambu Keling melakukan kegiatan peninjauan lokasi TPAS yang baru dibangun dengan dana APBN 2021 serta menanam sejumlah pohon disekitar lokasi tersebut. TPAS Jambu Kelingi sendiri dibangun dilahan seluas 500KMpersegi dan kapasitas daya tampung selama 7 tahun kedepan.(brn)