Mau Bikin SIM, Polda Bengkulu Wajibkan Pemohon Lulus Tes Psikologi

BENGKULU, sahabatrakyat.com Dit Lantas Polda Bengkulu dan Polres jajaran mulai tanggal 12 April 2021 mendatang akan memberlakukan syarat administrasi lulus tes kesehatan jasmani dan rohani bagi pemohon surat izin mengemudi atau SIM. Baik pemohon baru maupun perpanjangan.

Untuk syarat lulus tes kesehatan jasmani, pemohon wajib melampirkan surat keterangan dokter, seperti biasanya atau umumnya sudah berlaku selama ini. Sedangkan keterangan kesehatan rohani adalah dengan melampirkan surat keterangan lulus tes psikologi.

Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol Prabowo Santoso melalui Kasi SIM Dit Lantas Polda Bengkulu AKP Dista Nauli, mengatakan, tes psikologi itu sebenarnya memang sudah diatur dalam UU tentang Lalu Lintas dan Perhubungan tahun 2010 namun tidak diberlakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Selain memerlukan sarana dan prasarana, pelaksanaannya juga harus melibatkan ahli psikolog. Bahkan dalam Perpol Nomor 5 Tahun 2021, tes psikologi ini melibatkan pihak ketiga sebagai pihak yang melaksanakan tes.

Dista menjelaskan, selain menjadi salah satu syarat administrasi bagi pemohon SIM, tes ini juga bertujuan untuk mengetahui kondisi kejiwaan para pemohon pada saat berkendara di jalan raya nantinya. Dengan adanya tes psikologi ini diharapkan bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Pelaksana tes psikologis sendiri akan dilakukan oleh pihak ketiga sebagaimana diamanatkan Perpol Nomor 5 Tahun 2021, yakni pada Pasal 12 ayat (2) yang menyebutkan bahwa tes psikologi bisa dilakukan oleh psikolog Polri atau pihak ketiga atau lembaga di luar psikologi yang sudah mendapat rekomendasi dari prokesi Polri maupun prokesi Polda.

“Jadi tidak asal ditunjuk, tapi sudah dicek akreditasinya. Dan juga untuk kepastian hukum lembaga juga harus terdaftar dengan payung hukum yang jelas,” kata Dista.

Polda Bengkulu sendiri sudah menunjuk pihak ketiga yakni PT. WMSB Perkasa Berjaya,. Lembaga ini disebut sudah berpengalaman melaksanakan tes psikologi di sejumlah Polda di Indonesia.

Kerja sama Polda dan PT WMSB Perkasa Berjaya sendiri ditandai dengan penandatanganan MoU yang berlangsung pada Kamis (1/4) di Mapolda Bengkulu.

“Mereka sudah pernah melaksanakan di beberapa Polda, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Polda besar lainnya. Jadi link-nya itu sudah bagus,” ulasnya.

Koordinator PT WMSB Perkasa Berjaya, Johanes Don Bosco BUU, mengatakan dalam tes psikologi ini, ada enam aspek yang diukur, yakni konsentrasi, stabilitas emosi, adaptasi, kemampuan penyesuaian diri dan ketahanan kerja.

“Ini diramu dalam satu alat tes yang sudah diadaptasi oleh psikolog kita. Ada soal yang sepertinya mudah sebanyak 30 nomor dengan skala pilihan jawabannya ya dan tidak,” jelasnya.

Bagi yang lulus akan diberi sertifikat. Sementara yang gagal, akan diberi kesempatan mengulangi tes sebanyak dua kali. Pemohon juga akan diberi konseling untuk mendorong mereka bisa lulus tes.

“Jadi ada toleransi tiga kali. Kalau gagal yang ketiga kali maka pemohonnya akan diberikan konseling. Dia bisa kembali tes sebulan kemudian. Karena bisa jadi ini ada faktor panik atau kecemasan,” kata Johanes.


Sumber: rri.co.id