
LEBONG, sahabatrakyat.com– Setidaknya ada 18 permasalahan dengan 29 kegiatan yang diusulkan Pemkab Lebong agar dibiayai dalam APBD Provinsi Bengkulu di tahun anggaran 2021. Usulan itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Lebong yang berlangsung pada Kamis (19/03/2020) di Tubei.
Belasan rumusan masalah beserta puluhan usulan kegiatan itu mencakup kegiatan bidang infrastruktur, tiga bidang perekonomian dan sumber daya alam (PSDA), dan sisanya di bidang pemerintahan dan pembangunan manusia (PPM).

Adapun sejumlah kegiatan infrastruktur yang diusulkan itu di antaranya adalah: – peningkatan jalan dari jembatan Ketahun Desa Tunggang sampai dengan Desa Tambang Sawah;
– lanjutan peningkatan jalan Tambang Sawah-Ketenong;
– pembangunan/peningkatan Desa Karang Dapo-Kelurahan Tes;
– peningkatan jalan Tanjung Agung-PGE-Tes (30 km)
– peningkatan jalan Tes-Air Dingin;
– pembangunan jembatan depan SMP 01 Lebong
– pembangunan jembatan Air Racun Kelurahan Kampung Jawa, LU
– pembangunan jalan Desa Tunggang, LU;
– pembangunan jalan Kelurahan Tanjung Agung, Pelabai
– pembangunan jalan Desa Tik Tebing, Lebong Atas (2 lokasi).
Untuk bidang PSDA di antaranya:
– cetak sawah baru di Desa Sebelat Ulu, Pinang Belapis (100 hektar);
– cetak sawah baru di Desa Bioa Sengok, Rimbo Pengadang;
– cetak sawah baru di Desa Ajai Siang, Topos.
Di bidang PPM:
– pembangunan/rehab toliet siswa (SMAN 2, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 4, SMK Muhammadiyah);
– rehab musholah sekolah (SMA N 2, SMA N 3)
– pembelian lahan sekolah (SMK N 1, SMKN 2, SMKN 3)
– rehab gedung belajar (SMKN 1, SMKN 2, SMKN 4, SMK Muhammadiyah);
– bantuan Jamkesda Provinsi;

Musrenbang itu dihadiri dan dibuka langsung Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Tampak hadir Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Lebong dan Rejang Lebong: M. Gustiadi alias Edi Tiger dan Zulasmi Octarina.
Dalam sambutannya, Bupati Lebong H Rosjhonsyah SIP MSi memaparkan progres pembangunan yang sudah dicapai Lebong sejak dimekarkan melalui UU Nomor 39 Tahun 2003. Di antaranya: sudah beberapa kali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) (2012, 2013, 2014, 2016 hingga tahun 2020).
“Pemkab Lebong sudah menggunakan aplikasi digital (e-Goverment), seluruh OPD bisa dikontrol melalui aplikasi digital. Begitu juga dengan penyerapan anggaran, CCTV yang dipasang di simpang-simpang sebagai pemantau lalu lintas dan kemudian pada daerah yang rawan longsor agar selalu siaga satu dalam penanggulangan bencana,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Rosjhonsyah, Lebong juga sudah menerapkan aplikasi digital nontunai dalam transaksi anggaran pada OPD; capaian RPJMD sudah 80,7 persen. “Kita perlu mengkaji apa yang belum tercapai, yaitu di sektor pertanian untuk dapat tanam 3 kali satu tahun,” kata dia.
Menurut Rosjhonsyah, agar Lebong bisa menjadi kabupaten yang akan menuju dan membangun Bengkulu Hebat, maka provinsi dan kabupaten harus dapat menyusun program yang harmonis.
“Sinkronisasi itu harus. Bappeda kabupaten dan provinsi juga harus saling koordinasi agar mampu mengetahui apa yang yang menjadi kebutuhan. Lebong siap mendukung Wonderful Bengkulu 2020,” tukasnya.
Pewarta: Sumitra Naibaho (ADV)









