Nekat Lintasi Perbatasan Bengkulu-Sumsel, Dua Polres Pastikan Putar Balik

Sat lantas Polres Rejang Lebong dan Lubuk Linggau siap putar balik pemudik lewat perbatasan/Foto: brn-sahabatrakyat.com

REJANG LEBONG,sahabatrakyat.comMasyarakat Rejang Lebong yang nekat merayakan lebaran Idul Fitri di kampung halaman dipastikan tidak akan dapat melintasi gerbang perbatasan Propinsi Bengkulu dan Propinsi Sumatera Selatan yang ada di Desa Tanjung Sanai, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).  Petugas Kepolisian tidak akan segan meminta pemudik untuk putar balik jika memaksakan diri.

Kepastian ini didapat setelah Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu berkoordinasi dengan Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan  Kamis (22/4/2021). Dimana dalam koordinasi yang langsung dilakukan oleh Kasat Lantas Polres Rejang Lebong IPTU Aan Setiawan dengan Kasat Lantas Polres Lubuk Linggau AKP Budi Hartono ditegaskan jika masing-masing Polres nantinya akan melakukan pengawasan ketat di wilayah perbatasan tersebut.

“Hari ini kita melakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Lubuk Linggau terkait Pos Penyekatan Larangan Mudik Lebaran tahun 2021 di Perbatasan Bengkulu-Sumatera Selatan, tadi disepakati masing-masing akan melakukan pengawasan ketat di perbatasan dan masing-masing akan mendirikan pos pengawasan di wilayah hukum masing-masing,” terang Kasat Lantas Polres Rejang Lebong IPTU. Aan Setiawan.

Aan menjelaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada masyarakat Bengkulu dari arah Rejang Lebong yang melintasi perbatasan dalam rangka mudik lebaran pada 6-17 Mei mendatang. Begitupun sebaliknya tidak ada pemudik dari arah Lubuk Linggau yang masuk ke Propinsi Bengkulu melalui Rejang Lebong.

Langkah tegas ini selain menindaklanjuti intruksi pimpinan juga dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Masing-masing nanti melakukan pengawasan ketat sehingga tidak ada yang bisa melintasi wilayah perbatasan dalam rangka mudik di tanggal tersebut, kalau sekarang mau mudik atau pada tanggal 5 Mei mau mudik ya silahkan tapi kalau tanggal 6-17 masih nekad mudik kami akan putar balikkan,” tegas Aan.

Sementara itu AKP Budi Hartono, Kasat Lantas Polres Lubuk Linggau menambahkan untuk pos pengawasan nantinya masing-masing akan mendirikan di lokasi berbeda meski tugasnya sama-sama melakukan pengawasan dan pencegahan mudik lebaran.

Kata Budi dalam melakukan tugas pengawasan pihaknya akan melibatkan pihak lain mulai dari Perhubungan, Kesehatan, Pol PP, TNI.

“Intinya memastikan tidak ada pemudik yang melintas dan kami akan melakukan pemeriksaan ke semua kendaraan yang melintas apabila terbukti melanggar akan kami putar balikkan,” sampai Budi.

Selain itu bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan hari raya Idul Fitri mendatang untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan (mall) atau objek-objek wisata baik yang ada di kawasan Lubuk Linggau ataupun kawasan Rejang dipastikan pula tidak akan bisa. Menurut Budi hal tersebut dikhawatirkan akan mempercepat penyebaran Covid-19.

“Apapun alasannya tidak boleh, inikan gerbang perbatasan antar propinsi bukan antar kabupaten, apalagi untuk jalan-jalan atau berwisata karena dikhawatirkan malah akan mempercepat penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Namun demikian, baik Aan maupun Budi menjelaskan masih ada yang diperbolehkan melintas pada 6-17 Mei nanti tanpa khawatir akan disuruh putar balik, antaranya untuk kendaraan yang membawa orang sakit dengan pembuktian serta kendaraan yang membawa sembako. Diluar kendaraan tersebut tidak diperbolehkan dan dipastikan akan diputar balik.(brn)