Nekat Pasok Sabu ke Lapas, 2 Napi Tsk, 3 DPO

Dua tersangka dalam kasus Narkoba di Lapas Arga Makmur/Foto: Tribratanewsbengkulu

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Polres Bengkulu Utara telah mendalami kasus penyelundupan sabu ke Lapas Kelas II B Arga Makmur yang diendus petugas Lapas setempat pada Kamis (12/06/2020) lalu. Untuk sementara, polisi menetapkan dua Napi sebagai tersangka dan 3 orang kini berstatus DPO.

Hal itu disampaikan Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Setyo Hartanto, S.IK. MH, didampingi Kalapas Kelas II B Arga Makmur Bapak Luhur dan Kasubag Humas AKP Darlan serta Kasat Narkoba IPTU Bayu Heri P, SH. MH, saat menggelar press release bersama awak media hari ini Selasa (16/06/2020).

Dua napi yang dimaksud adalah AG alias GT (35 tahun) dan DC (36 tahun). Sementara tiga DPO itu masing-masing berinisial DD, RD dan JM.

Kapolres Anton mengatakan, 4 paket sabu dengan berat 40 gram tersebut merupakan milik tersangka AG alias GT. Ia memesannya dari DD (DPO) lewat sambungan telepon. DD sendiri adalah warga Kota Bengkulu.

Untuk mengantarkan paket tersebut, tersangka AG alias GT lantas meminta bantuan tersangka DC yang kemudian menghubungi RD (DPO) yang membawa paket narkotika dari Kota Bengkulu dan menyerahkan kepada JM (DPO) di Kota Arga Makmur yang selanjutnya berusaha memasukkan paket narkotika tersebut kedalam Lapas dengan cara menyimpannya di dalam termos air dengan tujuan tersangka AG.

Petugas Lapas yang curiga terhadap paket tersebut selanjutnya melakukan pemeriksaan dan mendapati 4 paket sabu sehingga memberikan laporan kepada Kalapas Arga Makmur yang kemudian menghubungi Polres Bengkulu Utara.

Terhadap tersangka AG alias GT diterapkan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 132 ayat 1 uu ri nomor 36 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun penjara denda paling sedikit satu milyar dan paling banyak sepuluh milyar.

Sementara tersangka DC diterapkan Pasal 114 ayat 1, dan Pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika menjadi perantara dalam jual beli dan pemufakatan jahat tindak pidana narkotika golongan jenis sabu.


Sumber: Tribratanewsbengkulu | Editor: Jean Freire