Ngaku Anggota Polda, 2 Napi di Lapas Curup Tipu Warga NTB Hampir Rp 1 Milyar

BENGKULU, sahabatrakyat.com Subdit Cyber Crime Polda Bengkulu bersama personil Cyber Crime Polda NTB berhasil mengungkap dua pelaku penipuan berinisial SI dan HS yang merugikan korbannya berinisial MD (47 tahun) warga Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., didampingi Kasubdit Cyber Crime Polda NTB Kompol Yusuf Tauziri, S.Ik., serta Kanit Cyber Crime Polda Bengkulu AKP Perdana Mahardika, S.Ik pada saat press Conference diruang Press Room Bid Humas Polda Bengkulu, Rabu ( 19/08/2020 ).

Kombes Sudarno menjelaskan, terungkapnya kasus penipuan ini bermula dari adanya laporan korban ke Polda NTB pada Juli 2020 lalu dimana ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 994 juta.

”Kedua tersangka masih berstatus tahanan di Lapas Curup, Rejang Lebong. SPR (kasus pembunuhan berencana) dan HRS (kasus curanmor),” jelas Sudarno.

Untuk mengelabui korbannya, pelaku terlebih dahulu mengaku sebagai anggota Polri dengan menggunakan poto polisi asli yang diambil dari media sosial.

Setelah mendapatkan poto polisi asli, kedua tersangka kemudian membuat akun medsos dan mulai melancarkan aksinya hingga akhirnya berkenalan dengan korban pada Mei 2020.

Setelah berkenalan dengan korbannya, tersangka yang mengaku sebagai anggota Polri tersebut langsung menawarkan kerjasama bisnis ternak ayam dengan berbagai macam iming–iming kepada korban sehingga membuat korban tergiur.

”Kasus ini bisa terungkap berkat kerjasama Subdit Cyber Polda Bengkulu dan Polda NTB, kasus penipuan mengaku anggota polri.” kata Kabid Humas Polda Bengkulu.

Kasubdit Cyber Crime Polda NTB menambahkan, dari komunikasi tersebut, tersangka berhasil meminta uang kepada korban secara bertahap. Sehingga total yang telah dikirim sebanyak hampir Rp 1 miliar atau persisnya Rp 994 juta.

“Mereka kenalan melalui facebook. Tersangka ini mengaku anggota Polda Bengkulu, menggunakan photo polisi asli, uang tersebut dikirim secara bertahap, totalnya Rp 994 juta,” tambah Kompol Yusuf Tauziri S.Ik.

Kompol Yusuf mengatakan, pihaknya sudah menetapkan kedua napi tersebut sebagai tersangka dalam pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP tentang penipuan. Selain itu juga bakal dijerat undang-undang ITE dan juga tentang pemalsuan data karena tersangka mengaku anggota polri.

Dalam kasus ini dikatakan Kompol yusuf, dirinya ada dugaan keterlibatan oknum pegawai lapas curup. “Satu pegawai Lapas sudah kita periksa sebagai saksi. Nanti akan terungkap seperti apa perannya,” kata Yusuf.


Editor: Jean Freire