Operasi Antik Nala Dua Pekan: Polisi Ungkap 32 Kasus Narkoba, Tangkap 46 Tersangka

Data Rekap Operasi Antik Nala Polda Bengkulu dan jajaran/Foto: Ist

BENGKULU, sahabatrakyat.com Operasi Antik Nala Tahun 2020 yang digelar Polda Bengkulu dan Polres jajaran Jabung Barat, Kamis (20/08/2020) resmi berakhir. Hasilnya: sebanyak 46 tersangka dalam kasus Narkoba berhasil ditangkap.

Dalam Ops Antik Nala yang digelar selama 14 hari (06-20 Agustus 2020) ini, Polda Bengkulu dan Polres jajaran berhasil mengungkap sebanyak 32 kasus penyalahgunaan narkotika.

Dari 32 kasus tersebut, Polda Bengkulu berhasil menangkap 9 orang tersangka, Polres Bengkulu 7 tersangka, Polres Bengkulu Utara 5 tersangka, Polres Bengkulu Selatan 7 tersangka.

Lalu, Polres Seluma 1 tersangka, Polres Kaur 1 tersangka, Polres Kaur 1 tersangka, Polres Kepahiang 2 tersangka, Polres Rejang Lebong 4 tersangka, Polres Mukomuko 3 tersangka, Polres Lebong 2 tersangka, dan Polres Benteng 5 tersangka.

SUDARNO

“Dari 46 tersangka ini, 12 merupakan Target Operasi (TO) dan 20 merupakan non TO,” terang Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H., Jumat (21/08/20).

Kombes Sudarno mengatakan, dari pengungkapan 32 kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 159 macam barang bukti. Baik itu semua jenis narkotika, alat yang digunakan untuk mengkonsumsi narkotika, alat komunikasi, serta kendaraan yang digunakan dalam penyalahgunaan narkotika.

“46 tersangka ini ada yang pemain baru dan ada yang pengedar,: imbuh Kombes Sudarno. “Pasal yang dikenai 114 dan 112 dengan ancaman diatas 6 tahun,” timpalnya.

Ia mengakui, dari pengungkapan penyalahgunaan narkotika kali ini, angkanya sangatlah tinggi dan ini mengkhawatirkan sehingga perlu peran serta seluruh masyarakat untuk menciptakan situasi Kamtibmas di Provinsi Bengkulu tetap kondusif.

“Kita lihat masih cukup tinggi kasus penyalahgunaan narkotika, jenis sabu-sabunya. Penyalahgunaan Narkotika ini dapat berefek dengan tindak kriminalitas, sehingga perlu peran kita semua untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika tersebut,” pungkasnya.


Editor: Jean Freire