Polisi dan TNI harus membatalkan operasi minyak goreng di sejumlah titik di Rejang Lebong akibat warga yang berdesakan dan abaikan prokes, Jumat (11/03/2022)/Foto: brn

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Pelaksanaan Operasi Pasar (OP) minyak goreng yang digelar di lapangan Dwi Tunggal Curup Jumat (11/03/2022) sejak pukul 09.00 WIB terpaksa dibatalkan oleh pihak Kepolisian lantaran sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Pasalnya ribuan warga yang mengantri sejak pagi hari itu sudah tidak bisa lagi dikendalikan oleh pihak pelaksana kegiatan. Bahkan himbauan yang disampaikan pihak Polres Rejang Lebong dan anggota TNI yang ikut terlibat mengamankan jalannya OP oleh pihak distributor migor RL tidak lagi diindahkan, selain berdesak-desakan, warga yang mengantri sudah tidak lagi mematuhi prokes yang sudah ditentukan.

Mengetahui pelaksanaan OP Migor dibatalkan, spontan memicu protes dari warga yang sudah mengantri panjang sejak pagi hari di lapangan Dwi Tunggal.

Berdasar pantauan bukan hanya protes, mobil box bermuatan migor yang hendak meninggalkan lokasi turut menjadi sasaran warga. Beruntung tidak ada kerusakan. Namun salah satu warga yang diduga menjadi provokator terpaksa diamankan anggota Polres lantaran diduga telah memicu emosi warga hingga berujung pada penyerangan dan penghadangan mobil box bwermuatan migor milik distributor yang terlibat dalam OP.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Tonny Kurniawan didampingi Dandim 0409/RL Letkol CZI Trisnu Novawan yang memantau langsung kegiatan OP kepada wartawan membenarkan jika pelaksanaan OP migor yang rencananya akan dilaksanakan selama 2 hari di 4 titik berbeda itu ditunda sementara hingga batas waktu tidak ditentukan.

“Mengingat kegiatannya tadi di lokasi tidak kondusif, kemudian banyak warga yang sudah tidak mengindahkan himbauan dan mematuhi prokes, kegiatan kita tunda dan akan dijadwalkan kembali bersama pihak distributor,” sampai Kapolres.

Dilanjutkan Kapolres, penundaan kegiatan OP Migor tidak hanya lokasi lapangan Dwi Tinggal saja yang ditunda, namun juga untuk kegiatan di Lapangan Setia Negara, Kemudian di Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan dan Desa Taba Renah Kecamatan Curup Utara juga ikut ditunda.

“Untuk kegiatan seluruhnya kita batalkan dulu termasuk yang di desa-desa. Kita akan pantau terlebih dahulu kondisi di lapangan bagaimana,” lanjutnya.

Sementara itu terkait dengan adanya seorang laki-laki yang diamankan anggota Polres Rejang Lebong usai kegiatan OP Migor dibatalkan lantaran diduga melakukan tindakan provokasi kepada warga, Kapolres menjelaskan jika warga tersebut terbukti maka akan dilakukan penindakan.

“Untuk satu orang yang diamankan tadi, akan dimintai keterangan terlebih dahulu, jika nanti cukup bukti maka akan kita proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini minyak goreng sudah menjadi barang langka diwilayah Kabupaten Rejang Lebong, bahkan jikapun ada diwarung-warung atau toko-toko harga satu liter minyak goreng sudah lebih dari Rp.14.000. Kegiatan Operasi Pasar minyak goreng dengan harga standar tentu sangat dinanti oleh warga khususnya emak-emak di kabupaten tersebut. (brn)