Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menilai fondasi ekonomi daerah cukup kuat menghadapi berbagai dinamika tekanan saat ini, yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi Bumi Merah Putih berada pada 4,72 persen pada triwulan I 2026.
“Pertumbuhan ekonomi Bengkulu masih berada pada jalur yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi daerah cukup kuat dan mampu bertahan menghadapi berbagai dinamika yang terjadi,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu R.A. Denni di Bengkulu, Selasa.
Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi tersebut didorong konsumsi rumah tangga yang tetap stabil di 2026, serta belanja pemerintah yang mampu menjaga perputaran ekonomi di daerah.
Sementara itu, investasi di Provinsi Bengkulu, lanjut Denni, juga menunjukkan tren positif meskipun belum menjadi motor utama penggerak perekonomian daerah. Menurut dia kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi berkualitas.
Untuk mengakselerasi investasi, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia juga menggelar Bencoolen Investment Challenge (BLINC) 3.0 sebagai sarana memetakan destinasi investasi yang bisa ditawarkan pada investor nasional bahkan asing.
Sebelum ditawarkan, belasan calon destinasi investasi melalui proses kurasi terlebih dahulu untuk menyeleksi dan memastikan investasi yang ditawarkan benar-benar menarik dan potensial di mata investor.
Provinsi Bengkulu, menurut dia, juga serius membangun Kawasan Industri Bengkulu bersama Pemerintah Pusat sebagai upaya memperluas peluang investasi masuk ke Bumi Merah Putih. Saat ini, proses masih berada pada tahapan revisi Perda RTRW Kota Bengkulu yang menjadi wilayah pembangunan kawasan industri.
Pemerintah Provinsi Bengkulu juga selalu mengawasi potensi gejolak ekonomi daerah termasuk inflasi, bersama tim TPID. Selain itu, pemerintah setempat bersama para pihak juga memastikan kecukupan pasokan komoditas demi menjaga kestabilan harga di tingkat masyarakat.
Hal tersebut dilakukan mengingat perekonomian Provinsi Bengkulu sampai saat ini masih ditopang oleh sektor konsumsi.
Denni mengatakan pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas sumber pertumbuhan ekonomi agar memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian masyarakat. (**)






