Peserta BPJS Gratis RL Sudah Tembus 48.000 Orang

Asri

REJANG LEBONG- sahabatrakyat.com Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Kesehatannya terus melakukan upaya maksimal dalam pemenuhan hak kesehatan mnasyarakatnya, salah satunya melalui program berobat yang ditandung dalam APBD Kabupaten tersebut melalui BPJS Gratis.

Menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Asri, hingga saat ini warga Rejang Lebong yang masuk dalam kepesertaan BPJS Gratis tersebut sudah tembus sebanyak 48.000 orang peserta dan hingga akhir tahun 2021 mendatang pihaknya menargetkan 51.500 peserta.

“Kita yakin tercapai, apalagi masyarakat tidak mampu yang mengurus jamkesda ini perbulannya bisa mencapai ratusan orang, dan hingga bulan ini sudah tercatat sebanyak 48.000 orang sejak digulirkannya program ini pada 2016 lalu,” terang Asri.

Lebih jauh dijelaskan Asri, yang dimaksud dengan program BPJS Gratis tersebut adalah program jamkesda yang pesertanya terintegrasi dengan BPJS, dimana pesertanya adalah masyarakat tidak mampu dan tidak memiliki jaminan kesehatan baik mandiri maupun program pemerintah pusat, hingga biaya BPJS-nya ditanggung oleh APBD Kabupaten Rejang Lebong.

“Pesertanya adalah masyarakat kita yang tidak mampu membayar BPJS secara mandiri dan tidak memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah seperti KIS, dan setiap bulannya bisa ratusan orang yang mengurus, mereka kita masukkan menjadi peserta Jamkesda kemudian diintegritaskan kepesertaannya itu ke BPJS yang biaya preminya ditanggung dalam APBD kita,” sampai Asri.

Disinggung soal pembiayaan premi BPJS yang sempat tertunggak di tahun 2021, Asri menjelaskan jika anggaran untuk peserta sebanyak 48.000 orang sudah dianggarkan dan sudah dibayarkan dari Januari-April 2021 yang besarannya mencapai Rp 8 Miliar. Sementara sisanya menjadi tunggakan yang berdasar kesepakatan Pemkab Rejang Lebong dan pihak BPJS akan dibayarkan melalui dana APBD Perubahan tahun 2021.

“Untuk sisanya itu kita ajukan anggarannya dalam APBD Perubahan yang sudah mulai dibahas sekarang ini, sudah kami input ke SIPD kalau besarannya mencapai lebih kurang Rp 15 miliar,” jelasnya.(brn)