
REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong belakangan ini mengalami peningkatan jumlah kasus yang dinyatakan positif. Berdasar data yang dirilis oleh Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten, saat ini ada 970 warga Rejang Lebong yang dinyatakan positif, sedangkan yang meninggal dunia ada sebanyak 20 orang.
Peningkatan jumlah kasus positif dan juga kasus yang meninggal dunia tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong secara keseluruhan termasuk oleh OPD terkait, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Saat ini Dinas PMD tengah gencar melaksanakan monitoring ke desa-desa guna memastikan sudah berdiri dan berfungsinya Posko Covid-19 yang pembuatannya menggunakan 8 persen dari jumlah dana desa (DD) yang diterima oleh setiap desa.
“PMD bersama OPD lainnya saat ini sedang melakukan monitoring ke seluruh Posko Covid-19 yang didirikan dengan menggunakan DD di setiap desa yang ada,”terang Kadis PMD Suradi.
Monitoring ini sendiri dijelaskan Suradi bertujuan untuk memastikan keberfungsian dari posko yang didirikan tersebut, guna mengantisipasi peningkatan jumlah serta penyebaran Covid-19 di setiap desanya.

Disebutkan Suradi saat ini pemerintah memperbolehkan setiap desa menggunakan minimal 8 persen dari DD untuk penanganan masalah covid. “Pendirian Posko inikan dari dana DD, makanya perlu kita lakukan monitoring termasuk evaluasi agar tidak salah dalam penggunaanya sebab anggaran yang minimal 8 persen itu khusus untuk penanganan Covid-19, diluar dana BLT DD,” jelas Suradi.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh relawan Covid-19 desa yang terdiri dari warga desa, Babinsa, Babinkamtibmas di Posko ujar Suradi di antaranya melakukan pendataan kepada warga yang datang maupun yang keluar desa untuk memudahkan penelusuran jika warga ada yang terdampak, kemudian juga menyiapkan rumah isolasi bagi warga desa yang terkena covid, termasuk juga penyediaan APD.
“Kita berharap desa bisa maksimal dalam menggunakan dana 8 persen tersebut, dan jangan ditarik semua anggarannya sekarang, sebab ini kegunaannya untuk satu tahun, jangan sampai nanti baru mulai dana sudah habis sebab kita tidak tahu ke depannya seperti apa nanti, mudah-mudahan saja tidak ada warga yang terkena, namun kalau ada desa harus siap, sebab dana sudah ada,” akhirnya. (brn)







