PPKM Level 4, Ada Pos Penyekatan di Pintu Masuk Kota Bengkulu

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Guntuer Setyanto memberikan keterangan pers di sela-sela memantau pos penyekatan di Betungan, Selasa (27/7/2021)/Foto: tribrata

BENGKULU, sahabatrakyat.com Pasca ditetapkannya Kota Bengkulu masuk sebagai wilayah penerapan PPKM level 4, tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan pemerintah daerah mulai melakukan penyekatan di sejumlah pintu masuk Kota Bengkulu. Salah satunya di perbatasan Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma, tepatnya di kawasan Betungan Kota Bengkulu.

Dalam penyekatan ini setiap pengendara roda dua dan roda empat yang datang dari Kota Bengkulu maupun yang ingin masuk ke Kota Bengkulu diperiksa oleh petugas.

Pemeriksaan antara lain berupa kelengkapan surat-surat vaksin. Jika pengendara tidak dapat menunjukan kelengkapan yang telah ditentukan maka pengendara akan diputar balik oleh petugas.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Drs. Guntur Setyanto, M.Si., disela – sela memantau penyekatan hari ini (27/07/21) mengungkapkan, penyekatan dilakukan berdasarkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan penyebaran Covid 19 yang kian hari kian naik jumlah kasus konfirmasi positifnya.

Kapolda menjelaskan, kegiatan penyekatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli hingga 02 Agustus 2022 mendatang.

”Masyarakat yang akan masuk ke Kota Bengkulu diwajibkan membawa surat keterangan bahwa sudah melakukan vaksin dan bagi masyarakat penyintas Covid-19 wajib memperlihatkan hasil lab,” kata Guntur.

Guntur menambahkan, dari pemantauan yang dilakukan terlihat belasan kendaraan yang tidak dapat menunjukkan persyaratan tersebut telah diputar balik dan tidak boleh masuk ke kota Bengkulu terlebih dahulu.

”Kami harap masyarakat dapat bekerjasama untuk mempercepat penanggulangan penyebaran virus Vovid 19 di Provinsi Bengkulu,” jelas Guntur.

Kapolda Bengkulu menambahkan, penetapan PPKM level IV oleh pemerintah sudah melalui penjajakan. Jadi diharapkan masyarakat dapat mengikuti semua arahan pemerintah dan pemerintah sudah memikirkan solusinya lewat beberapa bantuan yang akan segera disalurkan kepada masyarakat yang benar–benar membutuhkan.

”Apabila ada masyarakat yang mengetahui penyelewengan bantuan segera laporkan, kami harap juga media sebagai leading sektor yang dapat mengkampanyekan Penerapan Prokes kepada masyarakat,” tandasnya. (**)


Sumber: tribratanews