Proyek Rehabilitasi Irigasi Rp 18 M Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Proyek saluran irigasi Air Seluma senilai Rp 18 M lebih diduga tak sesuai spek/Foto: Anto-sahabatrakyat.com

SELUMA, sahabatrakyat.com– Pekerjaan proyek rehabilitas saluran irigasi air Seluma dengan nilai kontrak Rp 18.707.627.350 yang dilaksanakan oleh PT RAMA KARYA CIPTA dan Konsultan Supervisi WINA GUNA TEKNIK diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

Dugaan itu disampaikan Ketua Umum LSM MATA RAKYAT SELUMA Firasuki, Senin (19/4/2021). Dijelaskannya, pekerjaan linning concreate beton pada pekerjaan saluran lantai diduga tidak memakai penyangga atau atau beton decing, sehingga membuat selimut beton akan muda pecah atau rusak.

Selain itu tingkat ketebalan pasangan beton pada pelapis hanya 6 cm dan bekas pengerukan lumpur dari lapisan irigasi dibuang di pinggir saluran. Seharusnya bekas kerukan tersebut diangkut menggunakan truk dan dibuang ke tempat lain. Temuan lain adalah pekerja tidak dilengkapi dengan alat keselamatan kerja.

“Sepertinya kurang pengawasan dari Balai Sumatera VII sehingga pelaksanaan pekerjaan tersebut kita duga tidak memenuhi standar dalam pekerjaan pada saluran irigasi tersebut,” kata Firasuki.

LSM Mata Rakyat Seluma sendiri sudah menyampaikan hasil temuan tersebut kepada Kepala Balai Sungai Sumatera VII di Bengkulu melalui suratnya tertanggal 12 Maret 2021.

Sampai berita ini diterbitkan, sahabatrakyat.com sudah mencoba menemui pengawas lapangan di barak kerja/base camp yang berlokasi di Kelurahan Padang Rambun, Kecamatan Seluma Selatan. Namun saat itu yang berkompeten tidak ada di tempat.

Firasuki berharap Balai Sungai Sumatera VII dapat memberikan teguran kepada pelaksana maupun konsultan sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan atau kontrak.

Sementara itu, Jhon, General Manager PT Rama Karya Cipta mengatakan bahwa pihaknya belum menerima surat konfirmasi dari LSM Mata Rakyat Seluma. Namun, menurut dia, pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi yang dimaksud sudah memenuhi spek. Hanya saja, kata dia, secara administrasi pelaksana lapangan di base camp tidak menggunakan buku tamu atau buku dereksi.

“Sementara pekerjaan saluran irigasi tersebut baru 40 persen dan kami paling tidak akan mengejar progres hingga bulan Mei mendatang paling tidak 60 persen,” kata Jhon.


Pewarta: Sukardianto