Sakit Hati Nomor Diblok, Duda Cursel Ancam Sebar Foto Tidur Tetangganya

Tersangka saat diperiksa penyidik di Mapolres Rejang Lebong

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Seorang duda berinisial RH (37 tahun) asal Curup Selatan (Cursel) terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolres Rejang Lebong lantaran terbukti telah melalukan perbuatan melanggar hukum dengan mengancam seorang anak bawah umur berinisial RT (16 tahun) yang tak lain tetangganya sendiri.

Pelaku nekad mengancam korban dengan akan menyebarkan foto saat dirinya menyetubuhi korban lantaran dirinya sakit hari kepada korban yang telah memblokir nomor handphonenya.

Padahal menurut pelaku dirinya sangat menyayangi anak yang masih duduk di bangku SMP tersebut.

“Saya hanya mengancam akan menyebarkan foto saat kami di tempat tidur, karena saya sakit hati lantaran nomor saya sudah dibloknya,”ujar pelaku.

Lebih jauh sebelumnya dijelaskan pelaku awalnya sebelum dirinya mengancam korban, dirinya telah menyetubuhi korban hingga berulang kali, bahkan aksi bejat pelaku diakuinya pertama kali dilakukan di rumah korban pada bulan Juli 2020 lalu. Saat itu pelaku berhasil menyetubuhi korban setelah sebelumnya membujuk rayu korban yang letak rumahnya berhadapan dengan pelaku saat orang tua korban sedang berada di kebun.

“Waktu itu orang tua korban sedang di kebun, saya datang, saya bawakkan coklat terus kami ngobrol dan terjadilah hubungan, dan itu sudah sering terjadi karena kami saling sayang,” terang pelaku.

Kapolres Rejang Lebong, Akbp. Puji Prayitno, S.Ik., MH., didampingi Kasat Reskrim, Akp. Rahmat Hadi, S.Ik., SH., melalui Kanit PPA, Aiptu. Dessy Octavianty membenarkan jika saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Sebelum ditangani pihaknya, pelaku telah terlebih dahulu diamankan warga bersama dengan pihak perangkat desa setempat.

“Tersangka sudah mengakui perbuatannya, dan hasil penyidikan yang kita lakukan pelaku ini telah berulang kali menyetubuhi korban yang masih dibawah umur, sementara pelaku ini berporfesi sebagai petani dan berstatus duda,” terang Dessy.

Lebih jauh dijelaskan oleh Dessy, terungkapnya kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur tersebut, bermula dari orang tua korban melaporkan tersangka kepada perangkat desa setempat jika anaknya telah diancam oleh tersangka jika korban tidak mau berhubungan badan dengan tersangka, maka foto tersangka dan korban saat tidur akan disebarkan.

Selanjutnya oleh warga bersama perangkat desa dan Babinsa, tersangka diamankan di rumahnya tanpa perlawanan. Selanjutnya diserahkan ke Mapolres Rejang Lebong.

“Tersangka nyaris diamuk massa, beruntung langsung dibawa oleh perangkat desa dan warga serta Babinsa ke Polres Rejang Lebong,” jelas Dessy.

Sementara terkiat sudah berapa lama aksi bejat tersebut dilakukan oleh pelaku, menurut penjelasan korban kepada penyidik menurut Dessy sudah berlangsung sejak April 2020 lalu atau sekitar kurang lebih satu tahun lamanya.

“Pengakuannya keduanya ini pacaran, kejadian ini sudah berlangsung hampir satu tahun, saat ini pelaku masih kita minta keterangan lebih lanjut,” akhir Dessy. (brn)