Sasar Remaja & Pelajar Kota Curup, Pengedar Pil Penenang Diringkus

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com Seorang pemuda berinisial FAK alias Adi (20) warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah dipastikan akan merayakan lebaran Idul Fitri 1442 H dari balik jeruji besi.

Bagaimana tidak, lelaki tamatan salah satu SMA di Kota Curup tersebut terancam 15 tahun penjara lantaran kedapatan memakai dan mengedarkan obat-obatan keras jenis pil Hexymer yang biasa digunakan sebagai obat penenang atau obat anti depresan.

Menurut Kapolres AKBP Puji Prayitno didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmat Hadi melalui Kanit Tipidter Ipda. Ibnu Sina terungkapnya peredaran pil Hexymer dengan sasaran remaja dan anak sekolah tersebut bermula dari informasi yang diperoleh unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Rejang Lebong, kemudian informasi tersebut ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut. Upaya membuahkan hasil dengan informasi mengarah kepada tersangka.

“Kita dapat informasi masyarakat yang selama ini sudah resah dengan adanya pil Hexymer yang bisa membahayakan remaja yang peredarannnya menyasar anak-anak sekolah, kemudian kita kembangkan dan mengarah kepada tersangka FAK (20) warga Air Bang Kecamatan Curup Tengah,” terang Ibnu.

Setelah melakukan pengintaian, pada Senin (26/4/2021) sekitar pukul 22.00 WIB tersangka berhasil ditemukan keberadaannya di kawasan Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Curup Tengah, tepatnya di salah satu rumah kos tempat tersangka tinggal.

Saat diamankan tim Buser bersama unit Tipidter tersangka saat itu tidak sendiri melainkan bersama satu orang rekannya yang saat ini sudah dibebaskan lantaran tidak cukup bukti. Sementara FAK harus mendekam di sel tahanan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Saat kita amankan tersangka ini sedang berada di rumah kos tempatnya tinggal, saat itu tersangka tidak sendiri melainkan bersama rekannya, namun untuk rekannya kita pulangkan lantaran tidak cukup bukti, sementara tersangka lanjut ke penyidikan,”lanjut Ibnu.

Selain menangkap tersangka, penyidik juga berhasil mengamankan barang bukti pil Hexymer  sebanyak 65 paket kecil pil Hexymer isi 5 butir siap jual. 324 butir masih dalam kantong plastik bening, 80 plastik klip bening kecil yang dipakai untuk mengecer pil, 1 botol plastik putih kosong tempat penyimpanan, uang sebesar Rp. 131.000 diduga hasil penjualan, serta motor honda beat warna ungu nopol BD 6097 ES milik tersangka, selain itu ada pula 1 unit HP.

Akibat perbuatannya tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.”Tersangka sudah kita tahan, kemudian barang bukti sudah juga kita amankan, dan untuk pasal tersangka kita kenakan pasal pasal 197 jo 106 ayat (1) dan pasal 196 jo 98 ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun,” akhir Ibnu.

Barang bukti

Sementara itu tersangka dalam keterangannya mengaku sempat berhenti mengedarkan pil Hexymer sebelum akhirnya kembali sejak Januari 2021.

Sementara pil sendiri didapat oleh tersangka dengan cara yang cukup mudah yakni membeli secara online, dimana barang sampai baru dibayar. Sementara sasarannya adalah remaja dan anak sekolah.

“Saya sempat berhenti pak ngedarkan pil ini, kalau makai iya, saya berhenti karena kawan saya yang biasa menjual, istrinya sakit, minta saya jualkan dan pesankan, saya mulai lagi dari Januari inilah,” terang tersangka.

Lebih jauh diceritakan tersangka, pil Hexymer yang dipesannya secara online tersebut dibeli dengan harga Rp. 390 ribu/1.000 butir. Kemudian dijual dengan harga eceran dimana untuk satu paket isi 5 seharga Rp.10.000 sedangkan untuk per bijinya tersangka menjual seharga Rp 2.000;

“Tergantung yang pesannya, ada yang beli paket 5 butir, ada yang bijian, kalu sebungkus isi 5 itu harganya 10 ribu, kalau bijian saya jual Rp 2 ribu. Pelajar ada jual yang beli,”beber tersangka.

Sementara efek dari penggunaan pil, diakui oleh tersangka selama dirinya menggunakan, menimbulkan rasa tenang jika dikonsumsi secara rutin. Jika tidak rutin maka akan menyebabkan demam tinggi. (brn)