Satu Suara ‘Lengit’, Calon Anggota BPD Minta Pemilihan Ulang

Hasanudin

SELUMA, sahabatrakyat.com– Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa atau BPD Dusun III Desa Niur, Kecamatan Sukaraja, Seluma, pada tanggal 29 Mei 2021 lalu menuai polemik. Pasalnya, satu dari 108 mata pilih yang menggunakan hak suara tak muncul dalam hasil rekapitulasi akhir. Dua calon menolak keputusan pleno dan meminta digelar pemilihan ulang.

“…Kami tidak mengkritik masalah hasil pemenangan, tapi yang kami pertanyakan sekarang satu surat suara lagi kemana? Itu yang tak bisa dipertanggungjawabkan ketua panitia. Ini yang kami persoalkan sekarang,” kata Hasanudin, salah satu calon yang menolak.

Hasan mengatakan, penolakan sudah disampaikan ke pemerintah kecamatan Sukaraja. Ia juga berencana melaporkan persoalan tersebut di Dinas PMD dan Bupati Seluma. “Harapan kami ada tanggapan dan solusi dari masalah yang terjadi di Dusun III Desa Niur. Untuk sementara pihak kecamatan masih mempelajari laporan kami,” kata Hasanudin, Rabu (2/6/2021) kepada sahabatrakyat.com

Dikatakan Hasanudin, ada enam calon anggota BPD Periode 2021-2027 yang bersaing dengan mata pilih 108 (63 laki-laki, 42 perempuan). Mata pilih mewakili satu kepala keluarga atau KK. Adapun yang menggunakan hak pilih sebanyak 108 orang atau 100 persen menggunakan haknya. Namun dalam perhitungan akhir, jumlah surat suara berjumlah 107 atau kurang satu.

Mereka yang menjadi calon Anggota BPD itu adalah (1) Priyanti Puspita dengan 19 suara; (2) Asrani dengan 37 suara; (3) Edi Herman dengan 17 suara; (4) Dedi Kurniawan meraih 5 suara; (5) Hasanudin dengan 0 suara; dan (6) Sohlihin dengan 27 suara. Suara tak sah sebanyak 2.

Hasan mengatakan, dengan hilangnya satu suara dan tak bisa dijelaskan oleh panitia, ia menilai pemilihan anggota BPD di Dusun III Desa Niur itu cacat hukum. Karena itu ia menolak dan meminta agar diulang. “Apa dasar ketua panitia menyatakan hasil pemilihan ini sah?” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, baik panitia pelaksana, pemerintah kecamatan, maupun Dinas PMD belum berhasil dikonfirmasi.


Pewarta: Sukardianto