Sebelum Tusuk Sopir, Tersangka Sempat Minum Arak

Salah satu adegan rekonstruksi kasus pembunuhan atau penganiayaan di gudang PT Roda Mas pada akhir Mei lalu/Foto: sahabatrakyat.com- brn

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Tersangka kasus pembunuhan sopir truck pengangkut barang di gudang PT. Roda Mas pada 31 Mei 2021 lalu, ternyata sebelum nekat melakukan aksinya sekitar pukul 13.30 WIB sembari menunggu barang masuk ke gudang, tersangka dengan sejumlah saksi yang merupakan rekan-rekan kerjanya sempat minum minuman keras berupa arak di pondok sebelah gudang lokasi kejadian.

Kemudian tergambar pula, sekitar pukul 14.50 usai minum-minum, tersangka sempat meninggalkan lokasi dengan sepeda motor vega miliknya yang saat ini sudah menjadi barang bukti tanpa diketahui tujuannya.

Tersangka baru kembali ke lokasi sekitar pukul 15.05 WIB setelah korban sudah ada di lokasi kejadian. Selain itu diketahui pula sebelum nekat menusuk bagian dada korban, saat terjadi cekcok tersangka sempat dipukul oleh korban pada bagian kepala menggunakan tangan kosong.

Mendapat pukulan tersebut kemudian tersangka mencabut parang dari sarungnya dan langsung menusuk dada korban. Kemudian mengenai pula bagian telinga dan muka kiri korban. Selanjutnya parang berhasil direbut korban dan saat tersangka berusaha kabur, korban sempat menusukkan parang tersebut hingga mengenai bagian belakang korban.

Fakta-fakta tersebut diketahui usai penyidik unit Pidum Polres Rejang Lebong menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus tindak pidana pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban atas nama Taufik Hidayat (29 tahun) sopir barang karyawan PT. Roda Mas warga Kota Lubuk Linggau meninggal dunia dengan tersangka tunggal atas nama ES (27 tahun) warga Jalan Sawah Baru Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Curup pada Senin 31 Mei 2021 sekitar pukul 15.20 WIB di Gundang PT. Roda Mas jalan dua jalur Talang Rimbo Lama Curup Tengah.

Rekonstruksi sendiri dilakukan penyidik sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengambil lokasi di halaman belakang Mapolres Rejang Lebong dan diikuti langsung oleh tersangka dan 6 orang saksi, kemudian dihadiri pula oleh Penasehat Hukum tersangka Gunawan SH, serta JPU dari Kejaksaan Negeri Curup.

Kapolres RL AKBP Puji Prayitno melalui Kasat Reskrim AKP Rahmat Hadi kepada wartawan usai rekonstruksi menjelaskan rekonstruksi sengaja dilakukan pihaknya tidak di lokasi kejadian secara langsung dengan pertimbangan keamanan. Rekonstruksi sendiri dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih terang menyesuaikan keterangan tersangka dan fakta lapangan.

“Untuk keamanan kita sengaja melakukan rekonstruksi tidak di lokasi kejadian, kemudian rekonstruksi ini sendiri untuk mendapatkan gambaran jelas dan menyesuaikan keterangan tersangka dengan fakta kejadian sesungguhnya,” terang Rahmat.

Tersangka dalam kejadian tersebut, menurut Rahmat, hanya satu orang, sedangkan rekannya berinisial MA yang sempat ikut lari bersama tersangka tidak terlibat langsung dalam kejadian tersebut dan hanya berstatus sebagai saksi.

“Sebagaimana kita lihat dalam rekonstruksi tadi, tersangka hanya sendiri melakukan perbuatannya, rekan tersangka berinsial MA yang sempat kita amankan bersama tersangka saat berusaha kabur di wilayah Benteng di hari kejadian tidak ada perannya secara langsung,”sampai Rahmat.

Motif kejadian dijelaskan oleh Rahmat lantaran sakit hati kepada korban yang tidak memperbolehkan tersangka untuk mengangkut barang-barang dari mobil box ke dalam gudang. Padahal tersangka sudah bekerja jadi buruh angkut barang di lokasi tersebut cukup lama.

“Motifnya sakit hati, tidak ada fakta baru atas kejadian tersebut, sesuai dengan pengakuan tersangka diawal, kemudian penusukan yang dilakukan oleh tersangka juga berlangsung secara spontan tanpa ada perencanaan sebelumnya,” akhirnya.

Atas perbuatannya tersangka kemudian oleh penyidik dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tanun penjara dan/atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun. (brn)