Seorang Pelaku Curanmor di Lebong Tewas, Kematiannya Viral di Medsos

Suasana di RSUD Lebong/Foto: rakyatbengkulu.com

LEBONG, sahabatrakyat.com– Riandi (23 tahun), satu dari dua tersangka pelaku curanmor di wilayah hukum Polres Lebong, tewas akibat luka tembak di salah satu bagian kakinya. Penembakan itu disebutkan karena ia hendak melarikan diri saat dijemput dari Polsek Bermani Ilir, Kepahiang, oleh petugas di Polres Lebong, Selasa (13/10/2020) sekitar pukul 05.00 WIB.

Korban meninggal di RSUD Lebong setelah mendapat perawatan. Ia sudah sempat dinyatakan boleh meninggalkan RSUD untuk rawat jalan namun di bawa kembali ke RSUD karena kondisinya memburuk setelah dibawa polisi untuk menjalani proses hukum.

”Kami menerima korban dalam kondisi sudah sangat memprihatinkan,” ujar salah satu tim medis RSUD Lebong yang tidak ingin menyebut namanya seperti dilansir rakyatbengkulu.com edisi 15 Oktober 2020.

Kasusnya menjadi viral setelah salah seorang warga mengunggah kasus yang menimpa tersangka curanmor itu ke media sosial. Pemilik akun facebook dengan nama Medi Suhandra itu memposting dugaan kejanggalan dibalik kematian korban.

Medi Suhendra menulis: ”Ditangkap tidak ada perlawanan, sampai ke Polres Lebong belum 24 jam sudah meninggal”.

Pihak keluarga Riandi belum bisa dikonfirmasi. Sejumlah awak media yang hendak menggali informasi ke keluarganya ketika menjemput jenazah di RSUD Lebong, tak bisa didekati.

Sementara Kapolres Lebong, AKBP. Ichsan Nur, S.IK masih enggan memberikan keterangan karena belum tahu persis kronologis kejadian.
Ia meminta awak media mengkonfirmasi langsung ke Kasat Reskrim, Iptu. Didik Mujiyanto.

Namun Didik Mujiyanto juga tidak mau memberikan keterangan. Baik kronologis kematian korban maupun kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan Riandi.

Bahkan nada bicara Didik mengarah meminta wartawan tidak mempublikasikan kasus itu. ”Enggak usahlah, sensitif,” kata Didik saat ditemui di RSUD Lebong menunggu jenazah dijemput keluarganya. (red)


Sumber: rakyatbengkulu.com